- Advertisement -
Wisata

10 tempat paling menarik di Istanbul

10 tempat paling menarik di Istanbul10 tempat paling menarik di Istanbul

TURKINESIA.NET – DESTINASI. Istanbul menawarkan banyak tempat indah untuk dilihat – mulai dari masjid yang spektakuler hingga Grand Bazaar yang terkenal. Pada saat yang sama, kota ini memiliki lokasi yang sangat indah di kedua sisi Selat Bosphorus. Istanbul adalah kota yang terletak di Eropa dan Asia. Bila ada rezeki, kunjungilah kota ini dan lihat tempat paling indah di Istanbul.

Hagia Sophia

Tempat paling indah di Istanbul pertama tentunya adalah Hagia Sophia. Bangunan ikonik ini pertama kali dibangun sebagai gereja, kemudian diubah menjadi masjid setelah penaklukan Istanbul oleh Ottoman pada tahun 1453 dan tetap seperti itu selama hampir 500 tahun sampai Hagia Sophia diubah menjadi museum pada tahun 1934.

Pada 10 Juli, pengadilan Turki membatalkannya Keputusan Kabinet tahun 1934 yang mengubah Hagia Sophia menjadi museum, membuka jalan untuk digunakan kembali sebagai masjid setelah setelah 86 tahun menjadi museum.

Ribuan orang berdatangan ke masjid pada 24 Juli, dari para pemimpin negara hingga pengunjung dari seluruh dunia.

Masjid Sultan Ahmed I atau Masjid Biru

Jika berkunjung ke Kota Istanbul, sebuah masjid megah dengan enam menara yang menjulang tinggi menjadi satu bangunan paling ikonik di Istanbul. Masjid ini hampir tak pernah luput dari jepretan lensa pengunjung yang datang ke Istanbul.

Nama bangunan megah itu adalah Masjid Sultan Ahmed yang dikenal sebagai Masjid Biru atau blue mosque. Selain merupakan bangunan sejarah, Masjid Biru juga masih berfungsi sebagai tempat ibadah umat Islam.

Masjid ini merupakan saksi bisu sejarah kejayaan Kekaisaran Ottoman yang pernah berdiri di Negara Turki. Lokasinya juga tidak jauh dari Laut Marmara yang membentang luas di sebelah selatan Turki.

Arsitektur masjid ini begitu megah. Terdapat lima kubah utama, enam menara, dan delapan kubah sekunder. Arsitektur megah ini pun dianggap sebagai masjir terbesar terakhir pada periode klasik. Arsitek Masjid Biru, Sedefkâr Mehmed Aga menggabungkan elemen arsitektur Islam tradisional dan Kristen Bizantium untuk mewujudkan bangunan masjid yang begitu megah ini.

 

Istana Topkapi

Istana Topkapi yang kini menjadi museum di Istanbul, merupakan warisan terbesar Kerajaan Turki Utsmani. Didirikan di atas tanah seluas 700 ribu meter persegi, Istana Topkapi mulai dibangun pada tahun 1453.

Sultan Mehmed II atau Muhammad Alfatih sang penakluk Bizantium Konstantinopel adalah orang yang memerintahkan pembangunan istana Topkapi untuk tempat tinggal para sultan.

Baca juga  Turki: Hagia Sophia bukan urusan internasional

Sejarah mencatat, sedikitnya 24 orang sultan dari dinasti Turki Utsmani pernah menempati istana ini hingga 1839 M. Selain sebagai tempat kediaman sultan, Istana Topkapi juga merupakan pusat pemerintahan Turki pada masa lalu. Secara keseluruhan, Istana Topkapi memiliki ratusan kamar, namun hanya beberapa saja yang diperlihatkan kepada khalayak.

Istana yang terletak di titik pertemuan Selat Bosphorus, Tanjung Tanduk Emas (Golden Horn) dan Laut Marmara ini merupakan bangunan khas Turki yang mempunyai taman-taman indah yang menghubungkan antara satu bangunan dan bangunan lainnya. Taman-taman yang hijau ini dipenuhi pohon-pohon besar yang rindang.

 

Istana Dolmabahce

Seiring perkembangan zaman, Istana Topkapi menjadi kurang megah dan mewah saat itu. Sultan Abdul Majid I kemudian memutuskan pembangunan Istana Dolmabahce di dekat bekas lokasi Istana Besiktas di pinggiran perairan Bosporus.

Jika Istana Topkapi banyak mengedepankan keindahan keramik Iznik dan ukiran khas Turki, Istana Dolmabahce mengandung banyak emas dan kristal. Tak heran jika para wisatawan bebas berkeliaran di kompleks Istana Topkapi. Sedangkan, wisatawan yang hendak melihat-lihat keindahan Dolmabahce harus ditemani oleh seorang pemandu istana.

Saat ini,  istana yang menjadi museum itu dibuka untuk umum. Para wisatawan yang ingin berkunjung dikenakan biaya sebesar 20 Turki Lira (TL) atau setara dengan Rp 140 ribu dengan kurs 1 TL sama dengan Rp 7.000.

 

Grand bazar Istanbul

Berusia lebih dari 500 tahun, Grand Bazaar selain pasar tertua juga yang terbesar dari yang sejenis di seluruh dunia. Pasar ini telah berdiri sejak tahun 1450-an pada pemerintahan Kekhalifahan Ottoman dan bertahan hingga kini.

Pasar dengan atap dan tembok batu ini memuat 61 ruas jalan di dalamnya yang menampung lebih dari 3.000 toko. Tahun 2014, Grand Bazaar merupakan tempat wisata yang paling banyak dikunjungi turis, yaitu mencapai 91.250.000 pengunjung per tahun.

Lokasinya terletak di kompleks kota tua Istanbul, tepatnya di distrik Fatih, selemparan batu dari Masjid Biru dan Museum Hagia Sophia. Jadi, kita bisa langsung berjalan kaki ke Grand Bazaar setelah menikmati arsitektur Masjid Biru yang megah dan kekayaan sejarah dua agama di Aya Sofia.

Baca juga  Dari Hagia Sophia menuju pembebasan Al-Aqsa di Yerusalem

Jangan lupa mampir juga ke Basillica Cistern, tempat penampungan bawah tanah raksasa era Romawi yang dibangun di abad ke-3 atau 4. Masjid Biru-Hagya Sophia- Bassilica Cistern-Grand Bazaar adalah satu paket wisata Turki yang berkumpul di satu tempat. Wajib dikunjungi.

Sekitar 15 menit berjalan, kita akan melihat gerbang Grand Bazaar. Pasar ini buka dari pukul 9 hingga 19.00, kecuali di hari Minggu dan hari besar.

 

Selat Bosphorus

Bosphorus dalam bahasa Turki disebut Bogazici, yang berarti “selat bagian dalam”.

Rasanya kurang lengkap ketika berkunjung ke Turki, jika belum menjelajahi selat yang memisahkan daratan benua Eropa dan Asia dengan Kapal Pesiar Bosphorus.

Bosphorus adalah sebuah selat yang memisahkan Turki bagian Eropa dan bagian Asia. Selat sepanjang 32 Kilometer (20 mil) tersebut menghubungkan Laut Marmara dengan Laut Hitam.

Sejak dulu, Selat Bosphorus memegang peran penting karena lokasinya yang strategis, menjadi satu-satunya bagian dari Laut Hitam ke Mediterania, bersama dengan Selat Dardanella.

Anda bisa berlayar dengan menggunakan Bosphorus Cruise menyusuri selat pemisah dua benua ini. Diperkirakan bisa menghabiskan waktu seharian, atau minimal 30 menit untuk menyusuri selat dan menyaksikan gedung-gedung yang berdiri di sepanjang bibir selat yang memisahkan daratan kedua benua itu.

 

Menara Galata

Di Istanbul, Turki wisatawan juga dapat melihat pemandangan kota dari ketinggian. Namun yang membuat menarik adalah wisatawan melihat pemandangan Istanbul dari menara bersejarah dengan bentuk yang ikonik, Menara Galata.

Menara Galata merupakan menara bersejarah di Istanbul. Dari jauh, bentuk menara ini layaknya menara di kisah negeri dongeng. Silinder dari bebatuan dengan atas menara yang kerucut.

Sejarah mencatat Galata Tower sudah berdiri sejak lama. Sekitar abad ke 5, saat Bizantium membangun menara kayu di lokasi Menara Galata.

Menara Maiden di tengah Bosphorus: Sejarah dan legenda

Jalan Istiklal

Jalan Istiklal begitu menarik ditelusuri, ada banyak pertokoan, restoran, dan bar di daerah ini. Namun tak seperti pusat hiburan pada umumnya yang memiliki bangunan modern. Di Jalan Istiklal semua bangunan adalah bangunan kuno yang dibangun pada era Utsmaniyah (Ottoman) akhir pada abad 19 sampai awal 20.

Jika diperhatikan secara seksama, gaya arsitektur bangunan di Jalan Istiklal gado-gado. Dari gaya gotik, barok, neo klasik, sampai art nouveau. Satu yang pasti gaya bangunannya berkiblat pada Eropa klasik yang mengagumkan. Sampai sekarang, bangunan bangunan ini masih terawat dengan sangat baik dan tdak diubah bentuk aslinya oleh para pemilik toko serta restoran.

Baca juga  Erdogan: Sebuah negara akan hidup selama rakyatnya hidup

 

Valens Aqueduct

Saluran air Valens tidak diragukan lagi merupakan monumen Romawi paling bergengsi di Istanbul.  Akuaduk Valens (bahasa Turki: Bozdoğan Kemeri adalah sebuah akuaduk Romawi yang mana kala itu merupakan sistem penyediaan air yang utama di ibu kota Romawi Timur, yaitu Konstantinopel. Pembangunan akuaduk ini diselesaikan Kaisar Romawi Valens pada akhir abad ke-4 Masehi, dikelola dan digunakan oleh kaum Bizantin dan kemudian oleh kaum Utsmaniyah, juga tetap menjadi salah satu markah tanah terpenting dari kota tersebut.

Akuaduk ini terdapat di Distrik Fatih, Istanbul, dan terbentang di lembah antara bukit-bukit yang saat ini di tempati oleh Universitas Istanbul dan Masjid Fatih. Bagian yang masih ada hingga sekarang panjangnya 921 meter, sekitar 50 meter kurangnya dari panjang yang asli. Bulevar Atatürk Bulvarı melintas di bawah lengkungan-lengkungannya.

Makam Sultan Sulaiman Alqanuni

Siapa yang tidak kenal dengan penguasa Ottoman, Sultan Sulaiman Alqanuni. Pemimpin ke-10 dinasti adikuasa pada masa itu, menorehkan prestasi yang sangat luar biasa.

Di Istanbul, Anda akan menemukan sejumlah makam para Sultan. Yang paling menonjol di antara mereka adalah Sultan Suleiman Alqanuni. Makam itu bersebelahan dengan masjid Suleiman yang terkenal. Anda akan menemukannya di sebelah barat Tanduk Emas. ()

Inspirasi tulisan: Gigaplaces

votes
Article Rating
admin
the authoradmin
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d bloggers like this: