Sabtu, Agustus 20, 2022
Politik

103 pensiunan petinggi militer ancam kudeta Erdogan, kepolisian & gendarmeri nyatakan kesetiaan

103 pensiunan petinggi militer ancam kudeta Erdogan, kepolisian & gendarmeri nyatakan kesetiaan - Turkinesia

TURKINESIA.NET – ANKARA. Sebuah deklarasi yang ditandatangani oleh 103 pensiunan laksamana angkatan laut, menarik reaksi keras dari semua segmen masyarakat Turki karena menghasut gagasan kudeta. Sebagai tanggapan, institusi keamanan Turki, termasuk polisi dan komando gendarmerie, pada hari Minggu menyuarakan komitmen mereka kepada pemerintah terpilih.

“Kami setia dan berkomitmen untuk negara kami, rakyat, demokrasi dan pemerintah sampai akhir,” tulis polisi, komando gendarmerie dan penjaga pantai di Twitter pada hari yang sama.

Setelah keputusan Turki bulan lalu untuk menarik diri dari Konvensi Istanbul dengan keputusan presiden, dipertanyakan apakah Turki juga dapat menarik diri dari perjanjian internasional lainnya dengan keputusan presiden.

Dalam sebuah wawancara TV saat menjawab pertanyaan dari presenter, Ketua Parlemen Mustafa Şentop yang juga seorang pengacara konstitusional, mengatakan bahwa secara teknis hal itu dimungkinkan. Saat itu, Sentop menyebut tentang Konvensi Montreux.

Usai diskusi tentang pernyataan Şentop, 103 pensiunan laksamana pada hari Sabtu merilis pernyataan dalam bentuk peringatan kepada pemerintah.

Konvensi Montreux Mengenai Rezim Selat adalah perjanjian tahun 1936 yang memberi Turki kendali atas Bosporus dan Dardanella serta mengatur transit kapal perang angkatan laut. Konvensi tersebut menjamin perjalanan bebas kapal sipil di masa damai dan membatasi perjalanan kapal angkatan laut yang bukan milik negara-negara Laut Hitam. Ditandatangani pada 20 Juli 1936, di Istana Montreux di Swiss, konvensi tersebut mengizinkan Turki untuk meremiliterisasi Dardanella. Perjanjian ini mulai berlaku pada 9 November 1936, dan terdaftar di Seri Perjanjian Liga Bangsa-Bangsa pada 11 Desember 1936.

 

Deklarasi merugikan demokrasi

Kementerian Pertahanan Turki juga menerbitkan pernyataan pada hari Minggu, menggarisbawahi bahwa deklarasi oleh pensiunan laksamana tersebut merugikan demokrasi dan menurunkan motivasi Angkatan Bersenjata Turki (TSK) “pada saat TSK, atas kepemimpinan presiden kita, membuat pengorbanan diri yang besar untuk melindungi kepentingan kita, berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas global dan melindungi hak-hak teman dan saudara kita baik di dalam negeri maupun di luar negeri, di Suriah, Irak, Siprus, Azerbaijan, Libya, Mediterania Timur serta banyak wilayah geografis lainnya.”

Baca juga  Presiden Erdogan reshuffle kabinet, tiga menteri diganti

Kementerian Pertahanan yakin bahwa peradilan Turki independen akan melakukan apa yang diperlukan. Kementerian menambahkan dalam pernyataan tertulis bahwa kekuatan TSK yang tumbuh dengan jelas ditunjukkan melalui keberhasilan operasi yang dilakukannya.

“Angkatan Bersenjata Turki tidak dapat dijadikan alat untuk ambisi dan tujuan pribadi orang-orang yang tidak memiliki tugas atau tanggung jawab,” tambahnya.

Sumber: Daily Sabah

5 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: