Selasa, Agustus 9, 2022
Bangsa Turk

Aktivis Uighur meninggal di kamp China, IHH Turki upayakan penyelidikan

Aktivis Uighur meninggal di kamp China, IHH Turki upayakan penyelidikan - Turkinesia

TURKINESIA.NET – ANKARA. Lembafa Bantuan Kemanusiaan Turki (IHH) pada hari Jumat mengatakan bahwa mereka telah melakukan pendekatan ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB atas kematian pembela hak asasi manusia Uighur di China dan telah mengusahakan untuk menyelamatkan istri dan anak-anaknya.

Tursun Kaliolla, seorang Uighur yang tinggal di Tiongkok ditahan setelah dia menulis petisi kepada pemerintah Tiongkok mengenai penangkapan yang melanggar hukum di wilayah Turkistan Timur.

Dalam keterangannya, IHH meyakini aktivis tersebut dibunuh di sebuah kamp keamanan.

Mereka menuntut penyelidikan atas kematian, pengiriman jenazah Tursun Kaliolla, otopsi yang tepat, dan perlindungan untuk keluarga aktivis yang meninggal itu.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada 16 Desember, IHH mengatakan pelanggaran hak asasi manusia terus berlanjut di setiap aspek kehidupan di Turkistan Timur yang diduduki oleh Partai Komunis Tiongkok pada tahun 1949.

“Populasi Muslim di wilayah Turkistan Timur telah dirusak oleh asimilasi sistematis China, program ekspor pekerjaan, migrasi paksa, dan kebijakan perencanaan populasi di dalam negeri serta negara mencoba untuk membalikkan struktur demografis,” tambah pernyataan itu.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa setelah 9/11, kamp konsentrasi dibentuk untuk menyingkirkan populasi Muslim di wilayah tersebut.

IHH mengatakan jumlah kamp ini telah mencapai 1.200 dan jumlah orang yang ditahan di sana diperkirakan antara 3 juta hingga 8 juta.

Akikat, putri dari Tursun Kaliolla,  seorang musisi yang lahir di Turkistan Timur dan kemudian memperoleh kewarganegaraan Kazakhstan, mengatakan ayahnya, ibunya Verena Mukatay, dan saudara kandungnya Mukatay dan Parasat ditangkap di rumah mereka oleh pasukan keamanan Tiongkok tanpa alasan hukum.

Akikat mengatakan dia telah mendekati Menlu AS Mike Pompeo selama kunjungannya ke Kazakhstan untuk mencari bantuan.

Baca juga  Warga Turki Ahiska kenang sejarah pilu 75 tahun pengasingan

IHH meminta lembaga dan organisasi internasional, semua negara bagian, dan organisasi hak asasi manusia untuk mendesak China agar berhenti melanggar hak asasi manusia dan mendukung masyarakat umum Turkistan Timur.

Sumber: Anadolu Agency English

3.7 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: