Sabtu, September 24, 2022
Uncategorised

Baykar sumbang dana penjualan drone Bayraktar TB2 untuk bantuan kemanusiaan korban perang Ukraina

penjualan drone Bayraktar TB2

TURKINESIA.NET, ANKARA – Baykar menyumbang dana hasil penjualan drone Bayraktar TB2 kepada Lithuania untuk bantuan kemanusiaan korban perang Ukraina, kata perusahaan tersebut pada hari Kamis.

Ratusan warga Lithuania melakukan aksi patungan dana untuk ikut serta membeli drone canggih untuk Ukraina sebagai bentuk solidaritas dalam perangnya melawan Rusia, yang juga pernah menguasai Lituania. Mereka berhasil mengumpulkan dana hingga 5 miliar euro atau sekitar Rp 77,6 miliar untuk membeli drone.

Dalam sebuah siaran televisi Laisves TV, dana sebesar itu berhasil terkumpul hanya dalam waktu tiga setengah hari. Dana ini selanjutnya akan digunakan untuk membeli drone buatan Turki, Bayraktar TB2, yang juga sebelumnya telah digunakan Kyiv.

Baykar mengkonfirmasi donasinya dalam sebuah postingan Twitter yang menyertakan foto-foto CEO-nya Haluk Bayraktar, chief technology officer (CTO) Selçuk Bayraktar dan Wakil Menteri Pertahanan Lithuania Vilius Semaska ​​dengan drone di lokasinya.

Vilius Semeska bertemu dengan perwakilan Baykar di Istanbul pada hari Kamis, sehari setelah pertemuan dengan kepala Kepresidenan Industri Pertahanan (SSB), Ismail Demir, di ibu kota Ankara.

“Rakyat Lituania dengan terhormat mengumpulkan dana untuk membeli Bayraktar TB2 untuk Ukraina. Setelah mengetahui hal ini, Baykar akan memberikan Bayraktar TB2 ke Lituania secara gratis dan meminta dana tersebut pergi ke Ukraina untuk bantuan kemanusiaan,” kata perusahaan Turki tersebut.

Kementerian Pertahanan Lithuania juga menyatakan terima kasih sebagai tanggapan atas isyarat itu.

“Turki akan mendonasikan #BayraktarForUkraine ke Lithuania dan kami akan memastikan bahwa drone tempur ini dipersenjatai lengkap sebelum dikirim ke Ukraina,” cuit kementerian itu.

“Sebelum perang ini dimulai, tidak seorang pun dari kami berpikir bahwa kami akan membeli senjata. Tapi itu hal yang normal sekarang. Sesuatu harus dilakukan agar dunia menjadi lebih baik,” kata seorang peserta penggalangan dana bernama Agne Belickaite dikutip EuroNews, Jumat (3/6/2022).

Baca juga  Beli 24 drone Turki, Menhan Polandia: Bayraktar TB2 sangat teruji, saya senang sekali

Sekitar 1,5 juta euro ($1,6 juta) dari dana yang terkumpul akan digunakan untuk membayar persenjataan pesawat tak berawak itu, tambah kementerian itu, dengan sisanya digunakan untuk bantuan lain bagi Ukraina.

Menurut kementerian, Baykar akan mengirimkan drone dalam beberapa minggu. Drone itu akan dicat dengan warna bendera Lituania dan Ukraina.

“Kami datang ke Turki untuk menyetujui persyaratan pembelian drone, tetapi mereka menyiapkan kejutan yang paling menyenangkan bagi kami,” kata Semaska ​​dalam sebuah pernyataan.

 

‘Sulit dipercaya’

“Sulit dipercaya tetapi Turki baru saja setuju untuk memberikan Bayraktar untuk Lithuania secara gratis. Ini luar biasa!” Menteri Pertahanan Lithuania Arvydas Anusauskas mengatakan dalam sebuah cuitan.

“Untuk uang yang terkumpul, kami akan membeli amunisi yang dibutuhkan untuk Bayraktar dan sisa uangnya juga akan digunakan untuk mendukung Ukraina. Terima kasih Turki,” tulis Anusauskas.

Bayraktar TB2 telah menjadi faktor penentu dalam konflik di Suriah, Irak, Libya, Karabakh dan sekarang Ukraina, sehingga mempelopori dorongan ekspor pertahanan global Turki.

Ukraina telah membeli lebih dari 20 drone bersenjata Bayraktar TB2 dari Baykar dalam beberapa tahun terakhir dan memesan 16 lagi pada 27 Januari. Batch itu dikirim pada awal Maret.

Lithuania juga ingin membeli Bayraktar atau drone serupa untuk militernya sendiri, kata Semaska ​​kepada Reuters. “Kami sedang mencari TB2 tetapi bisa juga TB3 atau drone lain yang dipersenjatai dengan rudal,” katanya.

TB3 yang saat ini sedang dikembangkan, akan menampilkan sayap yang dapat dilipat dan akan dapat lepas landas atau mendarat di kapal induk dengan landasan pacu pendek.

Turki telah banyak berinvestasi dalam industri pertahanan sejak tahun 2000-an, tetapi lompatan nyata terjadi pada tahun 2014 setelah investasi serius dalam teknologi maju dan pergeseran ke arah penggunaan barang-barang buatan lokal.

Baca juga  Lebih 15.000 warga Turki yang kembali dari LN sedang dikarantina

Sumber: Daily Sabah

votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: