Minggu, Oktober 2, 2022
Turki

Dalam 20 hari, sebuah keluarga Turki kehilangan lima anggotanya karena Covid-19

Dalam 20 hari, sebuah keluarga Turki kehilangan lima anggotanya karena Covid-19 - Turkinesia

TURKINESIA.NET – ELAZIQ. Tragedi menimpa sebuah keluarga Turki yang kehilangan lima anggotanya dalam 20 hari. Tiga laki-laki bersaudara berusia 70-an dan 60-an, bersama dengan dua istri mereka, meninggal dunia karena Covid-19 baru-baru ini.

Anak-anak dan kerabat mereka mengatakan para korban dulu sering saling mengunjungi.

Cahit Dündar (74), Naci Dündar (62), Mehmet Hanifi Takak (79), Taliha Dündar (77), dan Necmiye Takak (64) kini berbaring bersebelahan di sebuah pemakaman di desa mereka di provinsi timur, Elazığ.

Anggota keluarga lainnya yang terinfeksi sembuh namun tidak bisa menghadiri pemakaman.

Mereka menggambarkan kehilangan anggota keluarganya sebagai peringatan keras bagi orang-orang yang sedang mempertimbangkan untuk mengunjungi kerabat mereka.

Murat Yılmaz, putra Mehmet Hanifi dan Necmiye, mengatakan keluarga besar mereka berkumpul sebelum infeksi mulai muncul.

“Kami pikir pertemuan terakhir ini menyebabkan infeksi. Semua anggota keluarga dulu berhati-hati terhadap virus tetapi ketika paman saya terkena kanker, mereka mulai sering mengunjunginya. Ketika dia dirawat di rumah sakit, mereka mengunjunginya di rumah sakit berkali-kali dan mengabaikan tindakan (pencegahan virus). Lima belas orang di keluarga kami terinfeksi secara total. Alhamdulillah yang lain sembuh, tapi kami kehilangan orangtua dan paman saya,” katanya kepada Ihlas News Agency (IHA), Kamis.

Yılmaz mengatakan masyarakat harus lebih berhati-hati tentang wabah tersebut. “Tolong batalkan kunjungan Anda ke keluarga Anda. Kami sangat menderita, dan sekarang kami pantang pergi kemana-mana, baik pesta pernikahan atau pemakaman,” katanya.

Esma Ceylan Dündar, putri anggota keluarga yang dirawat karena kanker mengatakan, dirinya terinfeksi virus setelah meninggalkan rumah sakit.

“Beliau (ayah) tinggal di rumah sakit selama dua bulan. Pada bulan Oktober, kami membawanya ke rumah sakit di (provinsi tengah) Kayseri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Paman saya bersama kami saat itu. Mereka membantunya saat dia pergi ke rumah sakit. Kami sangat berhati-hati. Ayah saya sangat takut akan infeksi. Semua anggota keluarga memobilisasi dia, dan kami biasa mengunjunginya di kamar rumah sakit. Kami mengenakan dua masker dan sarung tangan, tetapi kami gagal melindunginya dan yang lainnya. Dalam beberapa hari, dia dirawat di perawatan intensif dan dibawa ke rumah sakit lain. Lima hari kemudian, dia meninggal,” katanya.

Baca juga  Turki: Hagia Sophia bukan urusan internasional

Esma juga mengatakan sebagian besar keluarga tidak dapat menghadiri pemakaman karena mereka semua terinfeksi. “Dua hari sebelum ayah saya meninggal, salah satu paman saya meninggal karena virus. Minggu depan, seorang lainnya meninggal dan yang lainnya meninggal satu per satu selama beberapa minggu berikutnya. Tidak peduli seberapa hati-hati Anda. Anda harus menjauh dari orang lain,” katanya.

Baru-baru ini wabah Covid-19 melonjak di berbagai provinsi dan sekarang lebih umum karena varian baru.Pada bulan Desember, keluarga lain di provinsi Rize kehilangan lima anggota karena virus.

Sumber: Daily Sabah

votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: