Senin, Agustus 8, 2022
Teknologi

Diusir dari program F-35, Turki butuh 10.000 insinyur untuk memacu produksi pesawat tempur nasional

Diusir dari program F-35, Turki butuh 10.000 insinyur untuk memacu produksi pesawat tempur nasional - Turkinesia
pesawat tempur nasional Turki TF-X (MMU)

TURKINESIA.NET – ANKARA. Manajer Umum Turkish Aerospace Industries (TAI) Temel Kotil mengatakan kepada penyiar swasta CNN Türk pada hari Minggu bahwa mereka berniat menambah para insinyur baru bagi perusahaan tersebut guna memacu program jet tempur nasional, TF-X.

Dia mengundang para insinyur muda yang tertarik dengan industri pertahanan untuk bekerja dengan mereka.

“Saat ini kami memiliki 4.000 insinyur di TAI. Kami perlu menambah jumlah insinyur menjadi 10.000,” katanya, seraya menambahkan bahwa perusahaan hanya membutuhkan 6.000 insinyur untuk MMU.

F-35 tidak lagi menjadi agenda perusahaan tetapi mereka kini berfokus pada TF-X National Combat Aircraft (MMU), kata Kotil. Pernyataan Kotil tersebut terkait langkah AS baru-baru ini secara resmi mengeluarkan Turki dari program jet tempur F-35.

“Ini harus diselesaikan,” kata Kotil, menekankan bahwa sekarang program TF-X lebih penting dari sebelumnya.

MMU adalah jet generasi kelima dengan fitur yang mirip dengan F-35. Pesawat yang dibangun di dalam negeri sedang dikembangkan untuk menggantikan pesawat tempur F-16 Komando Angkatan Udara Turki, menjelang penghentian bertahap dari yang terakhir sepanjang tahun 2030-an.

Jet tempur lokal tersebut diharapkan dapat melakukan penerbangan perdananya dengan menggunakan mesin dalam negeri pada tahun 2029. Pengerjaan pengembangan mesin tersebut juga terus berlanjut dengan kecepatan penuh bekerjasama dengan instansi terkait.

Amerika Serikat dan delapan negara lain telah menghapuskan Turki dari kesepakatan tahun 2006 mengenai program F-35 dan menandatangani perjanjian baru yang mengecualikan Turki, Anadolu Agency (AA) mengutip seorang pejabat pertahanan AS pekan lalu.

Washington menghapus Turki dari program jet F-35 Lightning II pada 2019, dengan alasan bahwa sistem pertahanan udara S-400 yang diakuisisi oleh Turki tidak sesuai dengan sistem NATO dan dapat digunakan oleh Rusia untuk secara diam-diam mendapatkan rincian rahasia pada F-35.

Baca juga  Menlu: Turki akan balas jika AS bertindak keras

Bagaimanapun, Turki, bersikeras bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi aliansi tersebut.

Sumber: Daily Sabah

 

 

 

4.5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: