Saturday, March 2, 2024
Eropa

Erdogan dukung Ukraina gabung NATO

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan Turki mendukung bergabungnya Ukraina ke NATO.

Hal itu diungkapkan Erdogan kepada Presiden Turki, Volodymyr Zelenskyy.

Namun, Erdogan menyerukan agar usaha mengembalikan perdamaian segera dilakukan untuk mengakhiri konflik sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari tahun lalu.

“Tak diragukan lagi bahwa Ukraina berhak mendapatkan keanggotaa NATO,” ujar Erdogan pada konferensi pers gabungan dengan Presiden Ukraina di Istanbul, Sabtu (8/7/2023) dikutip dari Al-Jazeera.

Ia pun berharap baik Rusia dan Ukraina harus kembali berbicara mengenai perdamaian.

“Perdamaian yang adil tak akan menciptakan pihak yang kalah,” tambah Erdogan.

Zelenskyy pun berterima kasih kepada Erdogan atas dukungannya, yang terjadi jelang pertemuan NATO di Vilnius, Lithuania, Selasa (11/7/2023).

“Saya bersyukur atas dukungan tehadap integritas dan kedaulatan territorial. Ukraina. Formula perdamaian. Perlindungan negara terhadap negaa, rakyat dan kepentingan kami,” cuit Zelenskky di Twitter dalam pembicaraannya dengan Erdogan.

Pernyataan Erdogan tersebut seperti mengejek Swedia, yang hingga saat ini berharap bergabung dengan NATO.

Hingga saat ini, Turki masih menentang Swedia untuk bergabung dengan NATO.

Erdogan menuduh Swedia masih menyembunyikan petinggi Partai Pekerja Kurdistan (PPK), yang dianggap teroris oleh Turki.

Apalagi, hubungan Turki dan Swedia semakin memburuk ayas kasus pembakran Al-Quran di negara Skandinavia tersebut.

Otoritas Swedia dilaporkan mengizinkan demonstrasi pembakaran Al-Quran yang dilakukan di depan Masjid di Stockholm saat Iduladha, Rabu (28/6).

Bahkan pembakaran Al-Quran yang pertama di Tahun ini, Januari lalu terjadi di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm.

Sumber: Kompas

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d