Minggu, September 25, 2022
Eropa

Erdogan kritik penanganan pandemi global: Kesenjangan antara kaya & miskin meningkat

Erdogan kritik penanganan pandemi global: Kesenjangan antara kaya & miskin meningkat - Turkinesia

TURKINESIA.NET – ANTALYA. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Jumat melontarkan beberapa kritikan keras terhadap penanganan pandemi Covid-19 di seluruh dunia. Kritikan ini diberikan pada saat ia membuka kegiatan Antalya Democracy Forum yang diselenggarakan mulai Jumat (18/6/2021) hingga Minggu (20/6/2021).

Dewan Keamanan PBB baru menempatkan krisis kesehatan terbesar dalam sejarah dalam agendanya 100 hari setelah wabah meletus, kata Erdogan dalam pidato pembukaannya di Forum Diplomasi Antalya yang berlangsung tiga hari di selatan Turki.

Erdogan menilai bahwa dunia masih menangani pandemi dengan beraroma kompetisi yang menghambat kemajuan. Hal ini pada akhirnya membuat kesenjangan yang tinggi antara negara kaya dan negara miskin yang tidak punya mitigasi penularan virus yang baik.

“Dalam menghadapi pandemi, yang telah mencapai tempat-tempat paling terpencil di dunia, dari pulau-pulau tropis hingga Siberia, kerja sama memberi jalan kepada kebijakan proteksionis dan kompetitif,” kata Erdogan.

“Sementara beban miliaran orang hanya dapat diringankan dengan solidaritas, saudara dan saudari kita di Afrika, Asia, dan Amerika Latin ditinggalkan demi nasib mereka,” lanjutnya.

“Pandemi semakin memperdalam kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Kerusuhan sosial yang berulang di banyak negara, kebangkitan rute migrasi tidak teratur, dan peningkatan kematian.”

Erdogan berjanji bahwa dalam proses penanggulangan ini, Turki akan membantu para negara sahabatnya di seluruh dunia.

Bantuan pertama yang direncanakan Erdogan adalah pemberian vaksin dan obat-obatan kepada negara-negara yang memiliki persediaan yang menipis. Ia menyebut bahwa sejauh ini Ankara telah memberikan bantuan obat-obatan ke 158 negara dan 12 organisasi internasional.

Ia juga mengatakan bahwa Turki sedang menguji coba vaksin yang akan dibuat untuk dalam negeri. Nantinya Erdogan menargetkan vaksin ini akan diberikan ke seluruh dunia.

Baca juga  Menlu Prancis: Gencatan senjata verbal antara Macron & Erdogan tidak cukup, harus ada tindakan nyata

“Kalau sudah siap pakai, mudah-mudahan kita bisa membagikan vaksin dalam negeri kita kepada seluruh umat manusia,” ujarnya.

Dia mendesak para pemimpin dunia untuk tidak membiarkan tren nasionalisme vaksin terus berlanjut dan semua pihak tidak mengulangi kesalahan yang sama saat pandemi berlangsung.

Erdogan juga menggarisbawahi bahwa wabah Covid-19 telah “mempertajam ketidakadilan” di dunia.

Sejak Desember 2019, pandemi telah merenggut lebih dari 3,84 juta jiwa di 192 negara dan wilayah, dengan lebih dari 177,5 juta kasus dilaporkan di seluruh dunia, menurut Universitas Johns Hopkins yang berbasis di AS.

“Saya percaya Forum Diplomasi Antalya akan berubah menjadi tempat di mana jantung diplomasi global berdetak tepat waktu,” ujar dia.

Forum Diplomasi Antalya yang disponsori Anadolu Agency sebagai mitra komunikasi global, menjamu 10 kepala negara dan pemerintahan, 42 menteri luar negeri, tiga mantan kepala negara dan pemerintahan, lebih dari 50 perwakilan organisasi internasional atau mantan pejabat pemerintah, menurut Kementerian Luar Negeri Turki.

Debat kepentingan global, termasuk isu Balkan, masa depan Eropa, hubungan trans-Atlantik, pengungsi dan migran serta ancaman terorisme, akan dibahas secara mendalam selama forum tiga hari tersebut.

Turki juga akan mempresentasikan proposal terkait isu Mediterania Timur.

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: