- Advertisement -
Internasional

Erdogan peringatkan Austria untuk tidak menutup masjid dan memecat imam

Turkinesia.net – Istanbul. Presiden Recep Tayyip Erdoğan pada hari Sabtu (10/06/2018) mengecam keputusan Austria untuk menutup tujuh masjid termasuk satu masjid Turki dan mengusir beberapa imam dari negara tersebut.

Berbicara pada jamuan berbuka puasa yang diselenggarakan di Istanbul, Erdoğan memperingatkan bahwa langkah yang diambil oleh pemerintah sayap kanan Perdana Menteri Sebastian Kurz mungkin “membawa dunia lebih dekat ke perang salib.”

“Anda melakukan ini dan kami duduk berpangku tangan? Itu berarti kami akan mengambil beberapa langkah juga,” katanya, seraya menambahkan bahwa “Dunia Barat harus bertindak bersama.”

Kurz mengatakan bahwa penyelidikan pada beberapa masjid dan asosiasi yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kantor Urusan Agama menyimpulkan bahwa ditemukan kegiatan terlarang di tujuh masjid tersebut, salah satunya dari Asosiasi Budaya Turki-Islam ( ATIB).

Kanselir Austria menambahkan bahwa para imam akan dideportasi dengan alasan memperoleh dana dari pihak asing.

Pada tahun 2015 ketika Kurz menjabat sebagai menteri Austria untuk Eropa, Integrasi dan Urusan Luar Negeri, ia mendukung “undang-undang tentang Islam” (Islamgesetz). Undang-undang tersebut antara lain melarang mesjid dan imam memperoleh dana dari luar negeri. Undang-undang kontroversial dimaksudkan untuk mengembangkan Islam  sesuai “karakter Eropa” itu akhirnya disahkan melalui parlemen.

“Kami bertindak tegas dan aktif terhadap perkembangan yang tidak diinginkan dan pembentukan “parallels society” – dan akan terus melakukannya jika ada pelanggaran hukum terhadap Islam,” tulis Kurz di akun Twitter-nya.

Daily Sabah

 

votes
Article Rating
admin
the authoradmin
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d bloggers like this: