- Advertisement -
Eropa

Erdogan: Pernyataan Macron tentang Islam tidak sopan dan provokasi berbahaya

TURKINESIA.NET – ANKARA. Presiden Recep Tayyip Erdoğan mengkritik Presiden Prancis Emmanuel Macron karena komentarnya yang “tidak sopan” tentang Muslim. Erdogan mengatakan bahwa Macron tidak berhak untuk mengusulkan restrukturisasi Islam. Erdogan juga mengecam para pemimpin Eropa lainnya karena sikap mereka terhadap Muslim dengan mengatakan bahwa menargetkan komunitas Muslim telah menjadi “alat” bagi mereka.

“Pernyataan Macron baru-baru ini yang mengklaim bahwa Islam sedang dalam krisis bukan hanya tidak sopan, tetapi juga merupakan provokasi yang jelas. Pernahkah kita mengatakan Kristen, Yudaisme harus direstrukturisasi? Siapakah Anda yang akan mengusulkan restrukturisasi Islam?” kata Erdogan di hadapan hadirin dalam program Masjid dan Pekan Pekerja Keagamaan di Pusat Kebudayaan dan Kongres Nasional Beştepe di Ankara.

“Kami berharap dia (Macron) bertindak seperti negarawan yang bertanggung jawab ketimbang menjadi seorang gubernur kolonialis,” kata Erdogan.

https://turkinesia.net/index.php/2020/10/02/macron-tuding-islam-biang-kerok-kekacauan-dunia-saat-ini/

 

Kritik presiden Turki tersebut adalah tanggapan atas janji presiden Prancis baru-baru ini untuk memperkenalkan undang-undang baru guna melawan “separatisme Islam,” yang katanya diduga mengancam mengambil kendali di beberapa komunitas Muslim di sekitar Prancis.

Jumat lalu, Macron mengumumkan rencana kontroversial melawan apa yang disebut sebagai “separatisme Islam” di negara itu. Dalam pidatonya di pinggiran barat Paris Les Mureaux – sebuah wilayah dengan populasi Muslim yang besar – Macron mengklaim bahwa Islam “mengalami krisis di seluruh dunia”. Pernyataan itu memicu kecaman di kalangan Muslim di seluruh dunia.

Erdoğan juga mengkritik para pemimpin Eropa lainnya karena sikap munafik mereka terhadap teroris.

“Negara-negara Eropa membentuk sikap mereka terhadap teroris sesuai dengan identitas teroris,” katanya. Erdogan mengatakan, para pemimpin Eropa hanya menyebut mereka teroris bila mereka mau.

Presiden Turki sering kali mengecam kekuatan Eropa karena menolak menyebut teroris YPG / PKK sebagai “teroris”.

Baca juga  Erdogan kembali kecam Macron : Anda menabur, Anda menuai

https://turkinesia.net/index.php/2020/09/18/erdogan-kembali-serang-macron-prancis-dipimpin-oleh-presiden-ambisius-namun-tidak-becus/

Dukungan Prancis, Amerika Serikat dan beberapa negara barat lainnya untuk YPG di Suriah telah menjadi salah satu batu sandungan dalam hubungan bilateral antara Turki dan negara-negara tersebut.

Pada April 2019, Macron menjadi tuan rumah delegasi SDF yang anggotanya didominasi oleh kelompok teroris YPG.

Macron meyakinkan perwakilan YPG, yang tidak disebutkan namanya, tentang “dukungan aktif Prancis dalam perang melawan ISIS yang terus menjadi ancaman bagi keamanan kolektif,” kata kepresidenan dalam sebuah pernyataan.

Langkah itu dilakukan Prancis setelah keputusan AS untuk menarik diri dari Suriah menciptakan ketakutan di antara teroris YPG bahwa mereka akan ditinggalkan sendirian tanpa dukungan di wilayah tersebut.

AS bermitra dengan YPG di timur laut Suriah dalam perang melawan kelompok teroris Daesh/ISIS.

https://turkinesia.net/index.php/2019/12/10/erdogan-kembali-kecam-macron-anda-menabur-anda-menuai/

Turki sangat menentang kehadiran YPG di Suriah utara yang telah menjadi titik permusuhan utama dalam hubungan Ankara-Washington.

AS telah memberikan pelatihan militer dan ribuan truk persenjataan kepada YPG, terlepas dari masalah keamanan terhadap Turki sebagai sekutu NATO-nya.

Erdogan juga mengatakan politisi Eropa mengeksploitasi sentimen anti-Muslim untuk kepentingan politik mereka.

“Menargetkan Muslim telah menjadi alat bagi politisi Eropa untuk menyembunyikan kegagalan mereka sendiri,” kata Erdogan.

Macron baru-baru ini mengklaim bahwa beberapa praktik agama Islam adalah “separatis” karena mereka mengancam untuk memisahkan diri dari institusi dan aturan Prancis.

RUU itu akan dikirim ke parlemen awal tahun depan, kata Macron.

RUU tersebut mengusulkan untuk membatasi homeschooling untuk menghindari anak-anak “diindoktrinasi” di sekolah-sekolah yang tidak terdaftar yang diduga menyimpang dari kurikulum nasional.

Ketegangan antara kedua pemimpin memanas karena sejumlah ketidaksepakatan, termasuk kasus Mediterania Timur, krisis Libya dan krisis Nagorno-Karabakh.

Baca juga  Turki kirim bantuan medis ke Inggris untuk bantu perangi Covid-19

https://turkinesia.net/index.php/2020/09/03/majalah-charlie-hebdo-kembali-hina-nabi-muhammad-presiden-prancis-sebut-sebagai-kebebasan-pers/

Prancis sangat mendukung Yunani dalam persengketaan dengan Turki atas sumber daya hidrokarbon dan pengaruh angkatan laut di Mediterania Timur yang telah memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih parah.

Pada akhir Agustus, Prancis juga telah mengerahkan jet militer ke sisi pulau Siprus Yunani dengan dalih mengadakan latihan dengan Yunani dan Italia yang dikritik oleh Turki karena melanggar perjanjian 1960 di Siprus.

Di Libya, Prancis mendukung pemberontak Jenderal Khalifa Khaftar melawan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB dan didukung oleh Turki. Sementara itu, di Kaukasus, Paris mendukung Armenia yang telah mencaplok wilayah Nagorno-Karabakh di Azerbaijan selama tiga dekade terakhir.

Sumber: Daily Sabah

https://turkinesia.net/index.php/2019/11/30/erdogan-balas-kritikan-marcon-kepada-nato-periksa-kematian-otakmu/

5 2 votes
Article Rating
admin
the authoradmin
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Erdogan: Pernyataan Macron tentang Islam tidak sopan dan provokasi berbahaya […]

error: Content is protected !!
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d bloggers like this: