Senin, Agustus 15, 2022
Palestina

Hacker Indonesia & Malaysia kompak serang Israel: Ratusan nomor WA bocor, 120 situs bobol

Hacker Indonesia & Malaysia kompak serang Israel: Ratusan nomor WA bocor, 120 situs bobol - Turkinesia

TURKINESIA.NET – JAKARTA/KUALA LUMPUR. Kelompok hacker asal Indonesia dan Malaysia berhasil meretas ratusan nomor WhatsApp dan situs milik orang Israel.

Hacker Indonesia yang mengatasnakaman diri Ganosec Team atau Garuda Anon Security dalam unggahan Facebook pada Minggu (23/5/2021) malam, menyebut sudah meretas dan membocorkan 300 nomor WhatsApp orang Israel.

“300 nomor WhatsApp Israel dibocorkan oleh Ganosec Team atau Garuda Anon Security,” tulisnya. Mereka juga turut melampirkan nomor WhatsApp yang sudah diretas sebagai bukti.

Mereka menyebut, anggota kelompok tersebut terdiri dari Mr.Fotolio/Tn Fotolia, Gh05t666include, XccZero, dan 4ngg4 p3l0r.

Sedangkan hacker Malaysia juga turut menjadi sorotan dunia setelah berhasil meretas lebih dari 120 situs Israel yang melibatkan database negara tersebut.

Keberhasilan dan kehebatan kelompok hacker dari Malaysia secara tidak langsung telah mempengaruhi sistem keamanan siber Israel.

Selain itu, kelompok hacker DragonForce Malaysia juga telah meretas berbagai jaringan CCTV milik Israel. Itu termasuk CCTV di lingkungan tempat tinggal dan lembaga pemerintah Israel.

Kabar keberhasilan hacker DragonForce Malaysia itu diungkapkan mereka dalam akun Facebook-nya. Mereka juga mengunggah foto-foto apa yang tampak seperti warga Israel ketika berada di rumah mereka.

“Halo, Israhell. Lebih dari 5.000 CCTV diretas termasuk gedung-gedung pemerintah dan sangat rahasia. Kami lebih dekat dari yang Anda pikirkan. Gambar membahayakan CCTV dan SCADA,” tulisnya.

DragonForce Malaysia, yang menggambarkan diri mereka sebagai ‘formasi untuk perang dan pertempuran rakyat Malaysia’, melakukan peretasan di bawah OpsBedil.

Yang secara kasar diterjemahkan menjadi Operasi Senapan, seiring dengan situasi konflik Israel-Palestina.

Tak ketinggalan adalah para warganet Malaysia yang konsisten melontarkan komentar di halaman Facebook Israel dalam mengutuk tindakan mereka terhadap Palestina.

Baca juga  Tim penjinak bom Gaza musnahkan 1.200 bom Israel yang tidak meledak

Setelah berhasil meretas situs tersebut, Laporan media Channel 13 menyebut bahwa pasukan Israel diberi ‘lampu hijau’ untuk menargetkan serangan ke semua sekutu Hamas.

Itu termasuk serangan terhadap Turki, Iran, hingga negeri Jiran Malaysia.

Hal itu diungkapkan oleh Jonathan Schanzer, orang yang berpengaruh dan juga pejabat di Amerika Serikat pada Sabtu (15/5/2021).

Jonathan Schanzer dalam akun Twitter-nya, mengonfirmasi bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) diberikan ‘lampu hijau’ dalam menyasar sekutu Hamas termasuk Turki, Qatar, Iran hingga Malaysia.

“Channel 13 melaporkan bahwa IDF telah memberikan lampu hijau untuk menargetkan ‘semua’ operator Hamas di ‘semua’ level, baik di dalam maupun di luar Gaza. Implikasi yang jelas untuk Iran, Turki, Qatar, Malaysia, dll”, tulisnya.

Pernyataan yang dilontarkan itu rupanya mendapat perhatian serius dari Kementerian Dalam Negeri Malaysia tentang ancaman dari pasukan Israel.

Menteri Dalam Negeri Malaysia, Datuk Seri Hamzah Zainudin menginformasikan kepada masyarakat agar tenang karena situasi di dalam negeri masih terkendali.

Sebelumnya, pernyataan dari Angkatan Bersenjata Malaysia di mana para peretas dari Israel siap melakukan serangan balik pasca sejumlah besar situs web dan basis data mereka diretas melalui #OpsBedil dan #OpsIsrael.

Garuda Anon Security bermitra dengan Padang BlackHat dan DragonForce dari Malaysia yang baru-baru ini mengklaim telah meretas lima ribu CCTV Israel. Bukan itu saja. Garuda Anon Security juga mengklaim telah meretas 24 situs universitas di negara Yahudi tersebut dan lebih dari 11 ribu surat elektronik (surel) atau email telah dibocorkan.

Kemudian, kartu kredit Visa dan Mastercard yang dikeluarkan oleh bank Israel juga ikut diretas. Tidak hanya Israel. Ganosec Team meretas situs negara-negara yang mendukung penindasan Israel atas Palestina.

Baca juga  Pelajaran dari jihad Hamas: Tidak menunggu sepadan dengan kekuatan musuh, namun semampunya

Pernyataan yang tertuang di situs https://agasengenharia.com.br/index.html, mereka mengatakan masyarakat dunia untuk berhenti mendukung Israel.

“Halo warga dunia, pesan untuk Anda untuk berhenti mendukung negara Zionis Israel. Mereka adalah sebuah negara yang menghancurkan komunitas beragama. Mereka tidak memiliki rasa kemanusiaan dan toleransi. Mereka adalah setan,” bunyi pengumuman tersebut.

Aksi kelompok peretas atau hacker Indonesia dan Malaysia menyerang pertahanan Israel dinilai sebagai bentuk solidaritas ke Palestina sebagai sesama negara berpenduduk Muslim. Pun, di berbagai postingan media sosial, juga ditemukan netizen Indonesia dan Malaysia kompak menyerukan untuk bersama-sama membantu Palestina dengan cara meretas. Ada banyak postingan ajakan maupun sebatas meme grafis, terutama di media sosial Facebook.

“Biasanya ada pihak yang mengunggah proses dan keberhasilan di video. Hal semacam ini memang banyak ditemui di YouTube. Artinya, ada potensi di mana SDM di Tanah Air bisa dimaksimalkan lebih baik lagi. Khususnya membentuk SDM yang bisa berkontribusi dalam era cyberwarfare,” kata pakar siber Pratama Persadha kepada VIVA Tekno, Senin malam, 24 Mei 2021.

Menurut Pratama, negara hanya bisa mengimbau supaya masyarakat tetap bisa menjaga diri di ranah digital. Aksi peretasan yang melibatkan berbagai warga negara terkait konflik Palestina dan Israel memang sudah lama terjadi.

“Iran dan Pakistan misalnya, juga biasanya diketahui selalu ikut dalam aksi saling meretas dengan Israel. Tentunya juga bersama dengan warga negara Arab lainnya,” ungkap dia.

Bahkan, ada beberapa kelompok hacker asal California, Amerika Serikat (AS) yang turut serta membantu aksi peretasan terhadap Israel. Namun, lanjut Pratama, peretasan ini tak selalu menyerang langsung ke aset strategis Israel maupun personel militernya.

“Dalam beberapa kejadian ada saja hacker asal Timur Tengah yang berkolaborasi dengan peretas Rusia. Misalkan melakukan pembobolan bank lalu menyumbangkannya ke warga Palestina,” jelas Pratama.

Baca juga  Tunisia kirim bantuan medis & makanan ke Gaza

Informasi saja, tidak hanya meretas nomor WhatsApp dan email, hacker Indonesia juga mengaku telah membobol data pribadi milik Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Hal tersebut diungkapkan oleh akun Twitter @alaldlwkxl. []

5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
risyanto aris
risyanto aris
1 year ago

Keren. Lanjutkan 🙂. #SavePalestine #SaveAlQuds #SaveGaza

error: Content is protected !!
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: