- Advertisement -
Sejarah

Hari ini dalam sejarah: Kekalahan Sultan Bayezid dari Timur Lenk

Bayezid, Timur Lenk

TURKINESIA.NET – SEJARAH. Ketika pada akhir 1390-an, Bayezid I memperluas kekuasaannya atas Anatolia timur, bentrokan antara Ottoman dan Timur Lenk menjadi tak terhindarkan. Timur yang mengklaim dirinya keturunan dari Jenghis Khan, pendiri Kekaisaran Mongol, menganggap dirinya penguasa semua wilayah yang pernah dikuasai oleh Ilkhanid-Mongol, termasuk Seljuk-Ilkhanid Anatolia.

Dengan demikian, Timur menuntut agar Bayezid menerimanya sebagai penguasa. Dalam pembangkangan terbuka, Bayezid menoleh ke pemimpin Islam Sunni, khalifah di Kairo, dan meminta gelar “sultan Rum” yang digunakan oleh Rum Seljuk, yang dianggap Utsmani sebagai nenek moyang mereka. Kerajaan Turkoman di Anatolia timur dan Azerbaijan mencoba melakukan manuver antara Bayezid dan Timur, memberikan banyak alasan bagi setiap penguasa untuk menyerang yang lain.

Menurut Colin Imber, strategi Timur sama politisnya dengan militer, mengeksploitasi kesetiaan yang rapuh dari rakyat Bayezid di Anatolia. Pada tahun 1390, penguasa emirat lama Germiyan, Saruhan, Aydın, dan Menteshe telah meminta perlindungan Timur setelah Bayezid mencaplok tanah mereka. Timur kemudian menempatkan orang-orang ini di posisi penting dalam pasukannya. Pada saat yang sama, utusannya telah bernegosiasi dengan kepala suku Anatolia yang anak buahnya bertempur di pasukan Bayezid, agar menghianati meninggalkan Bayezid di medan perang.

Lebih jauh lagi, sebelum pertempuran dimulai, Timur telah menduduki posisi yang mengontrol akses ke suplai air, membuat anak buah Bayezid kelelahan bahkan sebelum konflik. Strateginya berhasil. Ketika pertempuran dibuka, pasukan kavaleri dari emirat lama, melihat mantan penguasa mereka di pasukan Timur, meninggalkan Bayezid. Jadi, seperti yang telah diatur sebelumnya, melakukan penarikan suku.

Ketika orang-orang ini berpindah pihak, pasukan di bawah komando putra-putraBayazid yang lebih tua dan lebih muda, Süleyman dan Mehmed, meninggalkan lapangan, meninggalkan Bayezid hanya dengan pengawal Janissary dan kontingen dari Serbia di bawah Stephen Lazarevic´. Dia mengakhiri pertempuran sebagai tawanan Timur. Dia meninggal setahun kemudian di dalam tahanan.

Baca juga  Bilun Alpan cucu Sultan Abdul Majid I yang hidup dipengasingan dimakamkan

Wilayah Utsmani di Anatolia timur dan tengah yang baru-baru direbut oleh Bayezid dari kerajaan-kerajaan Turkoman Anatolia, dikembalikan oleh Timur kepada mantan penguasa mereka. Pertarungan sengit dimulai di antara putra-putra Bayezid untuk memperebutkan wilayah Utsmaniyah yang tersisa, dan satu dekade perang saudara dan antar pemerintahan hampir menyebabkan jatuhnya kesultanan Utsmaniyah.

Sumber:
Halil nalcık
Colin Imber
Stanford J. Shaw
Caroline Finkel

3.3 3 votes
Article Rating
admin
the authoradmin
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Ibang
1 year ago

Peperangan antara Timur Lenk dan Beyazid, menunjukan ego pribadi masih mendominasi orang-orang Turkmen/Mongol. Kita tahu Beyazid dan Timur Lenk sama-sama bangsa Turk/Mongol dan sama-sama sudah beragama Islam.

error: Content is protected !!
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d bloggers like this: