Sabtu, Agustus 13, 2022
Eropa

“Hubungan Turki-Rusia di Suriah & Karabakh rumit namun berhasil”

"Hubungan Turki-Rusia di Suriah & Karabakh rumit namun berhasil" - Turkinesia

TURKINESIA.NET – MOSKOW. Menteri Pertahanan Rusia mengatakan Turki dan Rusia sedang melakukan operasi bersama yang sangat sulit tetapi membuahkan hasil di Suriah dan Nagorno-Karabakh.

Dalam sebuah wawancara dengan situs Kazakh Tengrinews pada hari Rabu, Sergey Shoygu mengatakan bahwa pekerjaan itu sulit karena keanggotaan Turki di NATO.

“Tentu saja, [keanggotaan] ini adalah sebuah rintangan. Tapi keanggotaan itu sendiri menurut saya, merupakan pengalaman unik ketika satu negara berada di NATO, negara lain bukan anggota NATO. Mereka menemukan titik temu. Mereka melakukan kerja dan operasi bersama. Mereka menemukan kompromi yang tampaknya mustahil. Tapi kami sedang mencari solusi,” kata Shoygu.

Shoygu juga memuji pembentukan zona de-eskalasi di Suriah sebagai “halaman baru dan mekanisme baru untuk menyelesaikan konflik semacam itu”.

“Zona de-eskalasi perlu bagi orang untuk mulai saling berbicara, jadi mereka benar-benar terpisah. Ada yang siap hidup seperti ini dan ada yang belum siap untuk hidup seperti ini, jadi zona ini muncul,” katanya.

Turki dan Rusia berpatroli di timur laut Suriah, memerangi terorisme, bekerja di wilayah udara, mengontrol jalur, dan menangani pengungsi, tambah Shoygu.

“Ini adalah pekerjaan yang sulit dan kompleks. Saya tidak akan berbicara tentang beberapa yang mencoba untuk menjatuhkan sanksi [terhadap Turki], dan di beberapa bagian, sanksi telah dijatuhkan terhadap Turki oleh mitra NATO-nya sendiri,” katanya.

Dia juga menyebut perdamaian di Nagorno-Karabakh tercapai berkat upaya Rusia-Turki.

“Pekerjaan terbaru, tentu saja, Nagorno-Karabakh. Ini operasi yang sangat sulit. Begitulah saya ingin menyebutnya dan tidak ada yang lain. Karena melibatkan banyak argumen, elemen, dan motif,” tegasnya.

Akibatnya, orang-orang berhenti saling membunuh, dan kondisi diciptakan demi Armenia dan Azerbaijan untuk memulai kontak bilateral, kata Shoygu.

Baca juga  Serangan bersenjata menewaskan warga Turki di Denmark

“Dan di sini, tentu saja, banyak bergantung pada hubungan yang telah berkembang antara Rusia dan Turki. Pemain baru juga muncul, tetangga lama muncul, tetapi mereka muncul dengan proposal mereka sendiri. Maksud saya Iran. Ini adalah pembangunan infrastruktur, ini adalah rel kereta api, ini adalah pembangkit listrik tenaga air dan jaringan transportasi. Banyak pertanyaan,” tambahnya.

Sumber: Anadolu Agency

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
%d blogger menyukai ini: