Wednesday, February 26, 2020
Teknologi

Turkcell luncurkan program Digital Intelligence untuk lindungi anak-anak dari bahaya dunia maya

TURKINESIA.NET – ANKARA. Operator GSM terkemuka di Turki, Turkcell, meluncurkan sebuah program yang diberi nama “Monday” untuk melindungi anak-anak dari bahaya dunia maya.

“Kita harus meningkatkan kesadaran anak-anak kita tentang risiko dunia maya dan mempersiapkan mereka untuk masa depan tanpa kehilangan waktu,” kata Kaan Terzioglu, kepala Turkcell, dalam konferensi pers pengumuman program Digital Intelligence.

Berdasarkan situs web institut, program yang  dibuat oleh DQ Institute tersebut menargetkan pembelajaran delapan area utama anak-anak, meliputi: identitas digital, penggunaan, keselamatan, keamanan, kecerdasan emosional, komunikasi, literasi, dan hak.

Di Turki, program DQ Institute diterjemahkan, diadaptasi dan disediakan oleh Turkcell.

Terzioglu mencatat kemungkinan anak-anak Turki terkena risiko siber hingga 47 persen, dan Turkcell bertujuan untuk meminimalkan risiko melalui program ini.

“Anak-anak terkena phishing 35 kali lebih banyak daripada orang dewasa,” tambahnya.

Yuhyun Park, pendiri DQ Institute mengatakan, program tersebut yang merupakan sistem pendidikan berbasis permainan, mengukur kecerdasan digital anak-anak dan melibatkan keluarga serta sekolah dalam proses pembelajaran.

Dia mengatakan lebih dari 50 persen anak-anak beresiko di dunia dan mereka harus belajar bagaimana menggunakan teknologi digital dengan aman.

Park menggarisbawahi, DQ terdiri dari intelligence quotient (IQ), emotional quotient (EQ) dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Dengan fitur-fiturnya, DQ adalah satu-satunya konten pendidikan intelijen digital yang diakui oleh UNESCO,” katanya.

Dia menambahkan bahwa program ini digunakan di 104 negara oleh sekitar 700.000 anak.

Lima puluh enam persen anak usia 8 hingga 12 tahun terekspos pada risiko dunia maya – cyberbullying, perilaku seksual online, kecanduan game, dan perawatan online – menurut laporan lembaga itu.

Angka-angka ini adalah 78 persen di Oman dan 73 persen di Singapura dan Argentina.

Laporan itu menekankan bahwa 390 juta berusia 8-12 akan beresiko pada tahun 2020.

“Rata-rata global 32 jam waktu layar per minggu untuk penggunaan hiburan saja,” kata laporan itu.

Versi Turki Digital Intelligence dapat diakses melalui alamat turkcell.com.tr/dijitalzeka. [Anadolu Agency]

 

 

Leave a Response

error: Content is protected !!