Senin, Januari 17, 2022
ErdoganpediaTurkipedia

Mengapa Erdogan angkat menantunya jadi Menteri Keuangan?

Turkinesia.net – Sejak pelantikan kabinet baru Turki yang mencakup 16 kementerian dalam sistem presidential oleh Presiden Erdogan pada Senin, ada satu hal yang begitu disorot oleh media internasional, tidak ketinggalan media-media Indonesia juga ikut-ikutan.

Apalagi kalau bukan penunjukan menantu Erdogan, Berat Albayrak sebagai Menteri Keuangan Turki.

Berita-berita berjudul tendensius begitu banyak bermunculan dan tersebar di media-media Indonesia.

“Erdogan Angkat Menantu Jadi Menkeu Turki, Lira Tumbang” tulis liputan6

“Menantu Erdogan Jadi Menteri Keuangan, Mata Uang Turki Melemah” di dream.co.id

“Menantu Erdogan Jadi Menkeu, Mata Uang Turki Langsung Anjlok” tulis JPNN.

“Makin Berkuasa, Erdogan Tunjuk Menantunya Jadi Menteri Keuangan” tulis jawapos dan berbagai media lainnya juga mengangkat judul serupa.

 

Siapa sebenarnya sosok menantu Erdogan?

Jika kita mengamati berita mengenai Erdogan, maka ada satu hal yang cukup menarik antara mertua dan menantu ini. Berat Albayrak dalam banyak kesempatan selalu terlihat mendampingi Erdogan dalam berbagai momen kenegaraan.

Banyak pihak menganggap bahwa pengangkatan Albayrak sebagai Menteri Keuangan adalah suatu tindakan nepotisme. Padahal dalam Islam sendiri nepotisme dibolehkan dengan ketentuan bahwa seseorang yang dipilih tersebut benar-benar layak dan mampu mengemban amanah, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Khalifah Ustman bin Affan RA. saat mengangkat keluarganya sebagai Gubernur dan pejabat negara.

Pengangkatan Albayrak sebagai Menteri Keuangan sangat beralasan di tengah konspirasi asing di balik anjloknya nilai mata uang Lira. Anjloknya nilai mata uang Lira dipercaya tidak ada hubungannya dengan ekonomi Turki yang sebenarnya baik-baik saja. Adanya serangan investor nakal alias spekulan diyakini dibalik melemahnya mata uang Lira.

Dalam sebuah wawancara dengan media Inggris, Bloomberg TV, saat kunjungannya ke negera tersebut sebelum Pemilu Turki berlangsung, Erdogan bersumpah bahwa dirinya akan terlibat langsung dalam pengawasan keuangan. Erdogan mengatakan akan mempererat cengkeramannya pada ekonomi dan mengambil lebih banyak tanggung jawab untuk kebijakan moneter jika dia memenangkan Pemilu.

Baca juga  Turki gaji karyawan cuti yang tidak dibayar perusahaan dan salurkan uang tunai untuk 2,3 juta keluarga

Erdogan mengatakan bahwa setelah pemungutan suara mengubah Turki menjadi sistem presidensial penuh, ia mengharapkan bank sentral akan harus memperhatikan seruannya untuk menurunkan suku bunga. Suku bunga utama bank sentral sekarang 13,5 persen, dibandingkan dengan inflasi harga konsumen 10,9 persen.

“Ketika orang-orang jatuh ke dalam kesulitan karena kebijakan moneter, siapa yang akan mereka pertanggungjawabkan? Mereka akan meminta pertanggungjawaban presiden. Karena mereka akan bertanya kepada presiden tentang hal itu, kita harus mengeluarkan citra seorang presiden yang berpengaruh pada kebijakan moneter.”

Itu “mungkin membuat beberapa tidak nyaman,” katanya. “Tetapi kita harus melakukannya. Karena mereka yang memerintah negara yang bertanggung jawab kepada warga. ”

Tidak lama kemudian, Lira Turki melemah.

Terhadap melemahnya Lira Turki, seorang akademisi dan analis Israel bernama Edy Cohen mengatakan bahwa, lobi Yahudi bertanggung jawab terhadap volatilitas terkini dari nilai tukar antara lira Turki dan dolar AS.

Volatilitas adalah besaran perubahan harga yang menunjukan fluktuasi pasar dalam satu periode tertentu. Disebut “market mood” karena harga bisa melonjak tajam atau bahkan terjun bebas melemah yang artinya sedang terjadi volatilitas tinggi.

Cohen mengatakan: “Apakah Anda tidak tahu bahwa setengah dari kekayaan dunia hanya milik satu keluarga Yahudi, yang merupakan pendukung utama Israel?” sebagai ungkapan nyinyiran terhadap Erdogan.

Pengangkatan Berat Albayrak yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Energi dipercaya akan memudahkan komunikasi dan pengelolaan keuangan negara, mengingat bahwa Erdogan sendiri merupakan seorang ekonom handal kelas dunia, yang dengan perjuangannya sejak 2003 telah berhasil membebaskan Turki dari jeratan hutang dan membuat ekonomi negara tersebut meroket.

Begitu pentingnya posisi Albayrak, Kepala Partai Oposisi Partai Rakyat Republik (CHP) pernah menyebut dia sebagai ‘perdana menteri bayangan’.

Baca juga  Drone Turki miliki perangkat lunak baru yang dapat temukan teroris dengan akurasi tepat

Berikut profil Berat Albayrak yang penuh dengan prestasi

Berat Albayrak merupakan seorang pengusaha dan politisi Turki kelahiran 1 Januari 1978.

Pria yang baru berusia 40 tahun ini merupakan putra dari Sadik Albayrak, seorang jurnalis dan politisi Turki. Dia mengenyam pendidikan di Istanbul University. Kemudian meneruskan di Lubin School of Business dan Pace University di New York.

Dia merupakan pemilik harian pro-pemerintah Sabah, serta stasiun televisi A-Haber.

Sebelum menjadi menteri, Albayrak menulis kolom untuk surat kabar Sabah secara teratur.

 

CEO Calik Holding, sebuah kerajaan bisnis dunia

Dia pernah menjabat sebagai CEO Calik Holding, sebuah kerajaan bisnis yang bergerak di sektor energi, konstruksi, pertambangan, tekstil, keuangan dan telekomunikasi. Perusahaan ini sudah berdiri sejak 1980-an.

Berat bergabung di perusahaan tersebut pada 1999. Lalu pada 2002 dia diangkat menjadi Direktur Keuangan di kantor AS pada tahun 2002 ketika ia belajar untuk mendapatkan gelar MBA di Lubin School of Business, Pace University di New York City. Pada tahun 2004, Albayrak ditunjuk sebagai manajer Calik untuk negara AS. Sekembalinya ke Turki pada 2006, Albayrak pertama kali menjabat sebagai asisten manajer umum urusan keuangan di Çalık. Pada 2007 dia diangkat menjadi CEO Calik Holding.

Calık Holding sendiri memiliki pegawai lebih dari 28.000 orang di 17 negara. Perusahaan ini memiliki aset bernilai 7,6 miliar USD.

Berat Albayrak menjabat sebagai CEO Çalık hingga akhir 2013.

 

Anggota Parlemen Turki dan Menteri

Setelah pemilihan 7 Juni 2015, Albayrak menjadi anggota Parlemen dari Partai AK yang berkuasa. Pada 24 November 2015, ia ditunjuk sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Alam dalam Pemerintahan ke-64 Turki di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Ahmet Davutoğlu.

Baca juga  Rauf Denktaş: Pendiri Republik Turki Siprus Utara

Pada 9 Juli 2018, Erdogan menunjuknya sebagai Menteri Keuangan pemerintahan barunya, yang bertanggung jawab atas pelayanan baru perbendaharaan dan keuangan. Albayrak harus mengundurkan diri dari posisinya dari anggota parlemen karena konstitusi Turki saat ini tidak mengizinkan anggota parlemen untuk merangkap menteri.

Berat Albayrak melakukan serah terima jabatannya pada  Selasa dalam sebuah upacara di Ankara dari mantan Menteri Keuangan Naci Ağbal dan mantan Wakil Perdana Menteri Mehmet Şimşek, yang bertanggung jawab atas Departemen Keuangan dalam sistem sebelumnya, berjanji bahwa Turki akan lebih terintegrasi dengan pasar global dari Timur hingga Barat.

Kehidupan Pribadi

Albayrak menikahi Esra Albayrak (putri Erdoğan) pada Juli 2004.  Mereka memiliki tiga anak; Ahmet Akif (2006), Emine Mahinur (2009) dan Sadık (2015).

Erdogan dianggap sangat dekat dengan keluarga Albayrak. Khususnya dengan ayah Albayrak, Sadik. Selain Albayrak, pengamat juga mengamati karier menantu kedua Erdogan, Selcuk Bayraktar yang menikahi putri bungsu Presiden, Sumeyye pada 2016. Dia adalah CEO perusahaan pembuat pesawat tanpa awak pertama di Turki.

2.7 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
indo nesia
indo nesia
1 year ago

Hampir mirip sama ekonomi di indonesia,cuma bedanya ROKETNYA NYUNGSEP 🙄

error: Content is protected !!
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x