Senin, November 29, 2021
Bilateral

Parlemen Kuwait dukung Turki, setujui amandemen untuk menghindari pajak ganda

Turkinesia.net – Seorang anggota penasihat Majelis Nasional Kuwait, Osama Issa Shaheen, mengatakan bahwa “tugas semua orang untuk memberikan dukungannya kepada Turki” di bawah bayangan perang ekonomi dan keuangan terhadapnya menjelang pemilihan presiden dan parlemen yang akan berlangsung pada 24 Juni mendatang.

Shaheen menjelaskan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan “Channel Turki” yang “umat Islam saat ini dituntut untuk komitmen terhadap hadist Nabi Muhammad saw: “Seorang muslim itu adalh saudara muslim yang lain. Oleh sebab itu, jangan menzdalimi dan meremehkannya dan jangan pula menyakitinya.” Demikian juga Hadist: ““Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.” Demikian pula hadis; “Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.”

Dia menunjukkan bahwa “Dengan penerapan hadis-hadis nabawi ini dan mengimplementasi pelaksanaannya baik sebagai individu, keluarga, organisasi sosial atau rakyat maupun sebagai pemerintah maupun lembaga resmi, dapat mendukung Turki atau negara Muslim lainnya yang berusaha bangkit, maju dan bebas dari barat dan berbagai pengaruh Zionis”Shaheen menekankan bahwa “Ini adalah tugas bagi kita semua, dan itu bukan hanya tugas pemerintah atau individu, tetapi tugas semua orang di tempat dan kemampuannya,” katanya.

Terkait hubungan Turki-Kuwait, Shaheen mengatakan bahwa “hubungan lama dan baru berlangsung secara horizontal dan vertikal, baik di tingkat kepemimpinan politik dan rakyat atau pada tingkat sektoral dan berbagai aspek kehidupan, seperti ekonomi dan investasi pasar, real estate, pariwisata, penelitian dan lain-lain.”

Dia menunjukkan bahwa parlemen Kuwait “menyetujui konvensi tentang pencegahan pajak berganda antara dua negara persaudaraan (Turki dan Kuwait).”

Baca juga  Situasi Kashmir memanas, PM Pakistan hubungi Erdogan

Dia menjelaskan bahwa tindakan Parlemen Kuwait untuk membela Turki berjalan secara alami dalam konteks hubungan dahulu dan terkini antara Turki dan Kuwait, yang tidak akan terpengaruh oleh upaya serangan ekonomi dan media.

Pada hari Senin, Majelis Nasional Kuwait menyetujui amandemen perjanjian antara Turki dan Kuwait, untuk menghindari pajak ganda terhadap pajak penghasilan dan modal, dan RUU menyetujui kesepakatan bantuan administratif timbal balik dalam masalah pajak.

Pajak berganda adalah pengenaan pajak lebih dari satu kali oleh dua negara atau lebih atas suatu penghasilan yang sama. Ketentuan ini berlaku bagi wajib pajak yang memiliki bisnis atau penghasilan di luar negeri. Pada satu sisi, wajib pajak harus membayar pajak ke negara domisili. Tetapi di sisi lain wajib pajak juga membayar pajak kepada negara tempat dia menjalankan bisnisnya.

Sabtu lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta warga untuk menukar mata uang asing menjadi lira Turki dan ikut serta dalam menggagalkan konspirasi ekonomi yang dilancarkan terhadap Turki.

Beberapa hari yang lalu, akademisi Israel Eddie Cohen mengomentari ekonomi Turki. Dia menulis dalam tweet berbahasa Arab pada akun Twitter, mengatakan “Sungguh rugi Erdogan… yang berikutnya akan lebih buruk.”

 

 

votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x