Senin, Januari 17, 2022
Internasional

Warga Turki berbondong-bondong tukar mata uang ke Lira

TURKINESIA.NET – ANKARA. Warga Turki dari semua lapisan masyarakat telah mengambil langkah untuk membantu mendukung mata uang nasional negara mereka setelah Presiden Recep Tayyip Erdoğan meminta warga untuk menukarkan dolar dan euro mereka dengan lira Turki.

Lira telah mengalami penurunan tajam setelah pertikaian yang meningkat antara sekutu NATO; Ankara dan Washington.

Sejumlah besar orang Turki meluncurkan inisiatif individu yang bertujuan untuk mendorong sesama warga mendukung lira.

Seorang warga yang berprofesi sebagai tukang roti, menawarkan roti gratis kepada siapa saja yang menukarkan dolar mereka. Sementara yang lain menawarkan jasa pangkas rambut gratis kepada mereka yang menjawab seruan Erdoğan.

Antrian panjang terjadi di depan toko perhiasan dan kantor penukaran uang di seluruh Turki di mana warga berbondong-bondong menjual emas atau dolar yang mereka miliki untuk membantu mendukung lira melemah.

Salah satu warga tersebut adalah Hatice Yavuz Duygu yang menyatakan kegembiraannya kepada wartawan setelah ia menukarkan dolar ke Lira Turki.

“Saya senang, saya tidak pernah berpikir atau merasa sedih karena saya selalu menaruh dukungan saya untuk lira Turki,” katanya.

Perjuangan nasional

“Siapa pun yang memiliki dolar, euro atau emas di bawah kasur mereka harus pergi ke bank dan mengubahnya menjadi lira Turki,” kata Erdogan di hadapan massa pada hari Jumat (10/08) di provinsi timur laut Bayburt.

Erdoğan menyebut gerakan semacam itu bagian dari “perjuangan nasional.”

“Ini akan menjadi jawaban rakyat saya bagi mereka yang menyatakan perang ekonomi terhadap kami,” tambahnya.

Suleyman, seorang sopir truk dari provinsi Kayseri yang meskipun tidak memiliki emas untuk dijual atau dolar untuk ditukarkan, masih dapat menjawab seruan Erdoğan dengan menyumbangkan truknya kepada pemerintah.

Baca juga  Erdogan: Mereka yang pikir minyak lebih penting daripada darah tidak memahami operasi Turki di Suriah

Seorang kasir di kantor penukaran uang di Nevşehir berbicara dengan Yeni Şafak tentang sejumlah besar warga yang menanggapi seruan presiden untuk menukarkan dolar mereka.

“Terutama dalam tiga hingga empat hari terakhir, warga kami mulai serius menukarkan dolar mereka. Saya akan mengatakan 80 persen warga telah menukarkan dolar dan euro mereka berdasarkan apa yang saya lihat.”

“Lindungi negara Anda”

“Kita harus melindungi negara kita,” teriak seorang pria dari kerumunan orang yang menunggu untuk menukar dolar mereka.

“Kami tidak punya negara lain. Jika Anda tidak ingin menjadi seperti Suriah, maka lindungi negara Anda. Hari itu adalah kesatuan, bukan bermain politik. Saya, juga, menukar mata uang asing milik saya. Semua orang harus melakukan itu tidak peduli berapa banyak yang mereka miliki.”

Mengkritik apa yang disebutnya “lobi kepentingan,” ia menambahkan bahwa mereka (musuh) tidak dapat “menggulingkan” Turki.

Serangan Trump atas Turki setelah Erdogan menyeru warga untuk membantu ekonomi negara

Hari Jumat Trump mengatakan di Twitter bahwa ia mengesahkan penggandaan tariff. “(pajak) aluminium sekarang akan menjadi 20% dan baja 50%. Hubungan kita dengan Turki tidak bagus saat ini!”

Dia kemudian mengatakan dalam proklamasi yang dikeluarkan oleh Gedung Putih bahwa tarif tambahan akan dimulai pada 13 Agustus.

Pengumuman Trump disampaikan kurang dari satu jam setelah Erdoğan menyeru (rakyat) Turki untuk membantu membela negara itu terhadap perang ekonomi.

Amerika Serikat, importir baja terbesar dunia, mengenakan tarif 25 persen untuk baja dan 10 persen untuk aluminium pada Maret untuk impor dari berbagai negara.

Sejak itu, hubungannya dengan Turki telah memburuk, mendorong Ankara mengirim delegasi pekan ini ke Washington untuk bertemu dengan Departemen Negara dan Departemen Keuangan Amerika.

Baca juga  Erdogan ikut pawai peringati 2 tahun upaya kudeta 15 Juli

Pekan lalu, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi pada menteri kehakiman Turki dan menteri dalam negeri karena tidak melepaskan Pastor Andrew Brunson.

Pendeta Brunson ditangkap pada tahun 2016 dan menghadapi tuduhan terorisme di Turki.

Yeni Safak

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x