Sunday, July 5, 2020
AgamaJejak Ottoman

Tradisi Ramadhan di Turki: Jubah Nabi Muhammad dipamerkan

TURKINESIA.NET – ISTANBUL. Salah satu yang menjadi tradisi Ramadhan di Turki adalah memamerkan jubah yang pernah dikenakan oleh Nabi Muhammad SAW.

Hirka-i Şerif atau Jubah Suci yang dikenakan oleh Nabi Muhammad SAW. dibawa ke Istanbul pada masa pemerintahan Sultan Ahmet I pada abad ke-17. Saat itu Kekaisaran Ottoman menguasai sebagian besar dunia Islam, menjangkau hingga Arab Saudi saat ini.

Setiap tahun selama bulan Ramadhan, jubah yang terbuat dari linen, katun dan sutra tersebut dipajang khusus di Masjid Hirka-i Serif di Istanbul, menarik ratusan ribu pengunjung.

Pameran barang peninggalan sakral tersebut dibuka pada hari Jumat pertama setiap bulan Ramadhan di masjid yang terletak di distrik Fatih kota dan tetap dipajang hingga akhir bulan.

Jubah tersebut merupakan hadiah Nabi Muhammad SAW. untuk Uwais al-Qarni. Saat itu Uwais pergi ke Madinah untuk menemui Nabi Muhammad tetapi harus kembali ke Yaman karena sakit ibunya tanpa melihat nabi. Terkesan oleh kisah itu, Nabi Muhammad Saw. menyerahkan jubahnya kepada al-Qarni melalui para sahabat dan ia menerima pakaian itu di Yaman.

Al-Qarni tidak memiliki anak dan jubah itu diturunkan kepada saudaranya dan masih di bawah perlindungan keluarga yang sama. Keluarga Al-Qarni tinggal di Anatolia selatan selama berabad-abad; namun, mereka kemudian bermigrasi ke Kuşadası di wilayah Aegean.

Pada abad ke-17, Sultan Ottoman Ahmet I meminta mereka untuk membawa peninggalan suci ke Istanbul di mana peninggalan suci Islam lainnya dilestarikan.

Setelah jubah dibawa ke Istanbul, dua kunci dibuat untuk kotak tempat jubah tersebut ditampilkan, satu untuk sultan dan satu untuk keluarga Al-Qarni.

Istanbul menampung sebagian besar peninggalan suci di Istana Topkapi sejak penaklukan Sultan Selim atas Mesir pada abad ke-16, yaitu saat di mana ia mengambil alih barang-barang nabi saat itu dalam kekuasaan kekhalifahan Mamluk, bersama dengan kontrol kekhalifahan global umat Islam.

Di antara barang-barang sakral yang dibawa ke Istanbul adalah peralatan perang dari zaman kenabian, gigi nabi dan bagian dari janggut nabi serta sandal dan sebuah mangkuk yang digunakan oleh nabi.

Upacara untuk membuka jubah ditampilkan kepada umum. Pejabat lokal dan Barış Samir, seorang keturunan Uwais al-Qarni, menghadiri upacara pembukaan resmi yang ditandai dengan pembacaan ayat-ayat dari Al-Quran.

Di luar masjid, ada antrian panjang Muslim yang ingin melihat jubah yang akan terbuka untuk ditampilkan antara pukul 10 pagi hingga 6 sore pada hari kerja dan 9 pagi hingga 6 sore pada hari Sabtu dan Minggu. Masjid ini juga termasuk dalam rute bus umum yang dialokasikan hanya untuk bulan Ramadhan. [Daily Sabah]

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x