Tuesday, March 31, 2020
BilateralTrending

Turki-Malaysia bersama hadapi persoalan Palestina, Rohingya, Islamophobia

TURKINESIA.NET – ANKARA. Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Kamis [25/07] mengatakan akan lebih lanjut memperkuat kerjasama dengan Malaysia dalam menghadapi krisis seperti persoalan Palestina, Rohingya dan Islamophobia.

Pernyataan tersebut disampaikan saat berbicara dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir bin Mohamad.

“Kami menampilkan sikap [saling] berbagi dalam menghadapi masalah-masalah seperti krisis Rohingya, Islamophobia, dan masalah Palestina pada khususnya. Kami akan semakin memperkuat kerja sama kami dengan Malaysia dalam masalah ini. Kami akan terus mendukung peningkatan proses kerjasama trilateral Turki-Malaysia-Pakistan, yang diluncurkan di tingkat menteri luar negeri dengan proposal Mr. Mahathir.”

Terkait potensi besar antara kedua negara di bidang perdagangan, Presiden Erdogan mengatakan peningkatan volume perdagangan dan investasi, berbarengan dengan peningkatan kerja sama antara Turki dan Malaysia dalam industri pertahanan telah menjadi agenda utama selama pembicaraan tersebut.

“Kedua negara harus dengan cepat mencapai sasaran volume perdagangan bilateral 5 miliar dolar.”

Presiden Erdogan melanjutkan dengan mengatakan: “Selain kerja sama kami dalam politik dan perdagangan, kami mementingkan langkah-langkah yang dapat kami ambil dalam bidang budaya, seni, pariwisata, dan pendidikan untuk lebih memperkuat hubungan sosial kita. Kami akan, insya Allah, melihat pada periode ke depan bahwa kerja sama antara Turki dan Malaysia akan meningkat di semua bidang.

Tun Dr. Mahathir bin Mohamad, pada gilirannya menyampaikan pidato, mengatakan bahwa Malaysia melihat hal-hal yang sama dengan Turki.

Mahathir mengatakan: “Kami melihat hal-hal dengan cara yang sama dengan Turki, khususnya yang berkaitan dengan masalah Palestina misalnya. Kami memiliki sikap yang sama. Dan, penting bagi kita untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Malaysia dan Turki memiliki pandangan yang sama tentang masalah yang dihadapi oleh Palestina. []

Leave a Response

error: Content is protected !!