Sunday, March 29, 2020
Bangsa TurkBerita

Baju perang emas berusia 2.500 tahun dipamerkan di Turki

TURKINESIA.NET – ANKARA. Baju perang emas milik seorang prajurit Scythian kuno yang disebut sebagai “Tutankhamun Asia Tengah” telah dibawa ke Turki dan dipamerkan di Museum of Anatolian Civilizations di Ankara.

Armor megah tersebut ditemukan di dalam sebuah area pemakaman susunan bebatuan selama proyek  konstruksi di Kazakhstan pada tahun 1969.  Seragam tersebut memiliki lebih dari 3.000 lempengan emas segitiga dan diukir dengan motif macan tutul, elang, panther, biri-biri jantan, rusa, kambing gunung, kuda dan burung.

Menurut laporan, armor kuno itu dibawa ke Turki sebagai bagian dari sebuah proyek Kazakh untuk mempromosikan warisan sejarahnya di museum dunia. Pakaian itu akan dipajang untuk dilihat pengunjung hingga 12 Oktober.

Sebuah pedang panjang dengan 150 lempengan emas dengan ukuran berbeda, sebuah belati, dan cambuk bertabur emas, hingga sebuah cincin yang diduga digunakan sebagai segel oleh kaisar kuno juga ditampilkan.

Penemuan pemakaman 50 tahun lalu telah mengungkapkan bahwa bangsa Turkic yang hebat dengan bahasa tulisannya sendiri telah eksis sejak 2.500 tahun yang lalu.

Dua baris tulisan yang ditemukan pada sendok perak dianggap sebagai teks Turki tertua di dunia.

Duta Besar Kazakh untuk Ankara Abzal Saparbekuly mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa baju besi itu adalah bagian langka yang menampilkan sejarah Turki.

Dubes tersebut menekankan bahwa Presiden pendiri Kazakhstan Nursultan Nazarbayev menyebut karya itu sebagai Tutankhamun di Asia Tengah.

“Ruang pemakaman Pria Emas memiliki jumlah barang terbanyak setelah Tutankhamun [Firaun Mesir],” kata Saparbekuly, menambahkan bahwa lima pria dan wanita emas lainnya ditemukan di berbagai daerah di Kazakhstan sejak zaman Scythian.

Pameran ini sebelumnya telah ditampilkan di Belarus, Rusia, Azerbaijan, Cina, Polandia, Korea Selatan, Uzbekistan, dan Makedonia, kata duta besar itu, seraya menambahkan bahwa pameran itu juga akan dipamerkan di Malaysia dan beberapa negara Eropa dan Amerika. [Daily Sabah]

Leave a Response

error: Content is protected !!