Thursday, April 2, 2020
Kisah

Gadis “kaki kaleng” Suriah yang ditolong Turki kini bisa berjalan sendiri ke sekolah

TURKINESIA.NET – IDLIB. Setahun setelah Turki melakukan operasi yang membuat Maya Meri dapat berjalan menggunakan kaki palsu, gadis Suriah berusia 9 tahun itu kini sangat gembira dapat berjalan ke sekolah di Idlib.

Maya pertama kali dibawa ke Turki setelah wartawan dari Anadolu Agency (AA) melihatnya berjuang untuk berjalan dengan peralatan yang dibuat oleh ayahnya dari kaleng di kamp pengungsi Ser Ceble Idlib. Setelah AA membagikan kisahnya, gadis itu dibawa ke Turki oleh Bulan Sabit Merah Turki di mana impian terbesarnya untuk bisa berjalan berubah menjadi kenyataan.

Pada 8 Agustus tahun lalu Maya, yang terlahir tanpa kaki karena kondisi bawaan, bersama dengan Muhammad Ali Meri, kembali ke kamp pengungsi Ser Ceble setelah perawatan.

Ahmet Aşık, guru Maya di sekolah Hudhayfah ibn al-Yaman mengatakan kepada AA bahwa Maya, sebagaimana teman-temannya yang lain, mulai sekolah pada awal tahun pendidikan.

“Maya adalah siswa dengan kemauan yang kuat. Sekarang, dia bisa datang ke sekolah sendirian tanpa bantuan siapa pun.”

Ahmet Aşik mengatakan bahwa Maya adalah siswa yang sangat sukses, menambahkan, bahwa Maya tidak sendirian, ada banyak anak dengan cacat fisik dan mental di Suriah yang membutuhkan bantuan.

“Kami perlu menyediakan program dukungan psikologis untuk mereka,” kata Aşik.

Ayah Maya, Muhammad Ali Meri, yang juga dilahirkan dengan kondisi keluarga yang sama, mengatakan kepada AA bahwa operasi di Turki dan kaki palsu telah mengubah hidup mereka.

“Putriku Maya sangat ingin memiliki kaki palsu. Tapi aku tidak mampu membelinya. Setelah berimigrasi ke pedesaan Idlib, cerita Maya menarik perhatian,”

Ia mengatakan bahwa mereka mampu pergi ke Turki dengan dukungan pemerintah Turki dan Bulan Sabit Merah Turki.

Dia berterima kasih kepada Turki karena memberikan kaki palsu kepada putrinya, “Ada banyak anak yang dalam kondisi anak perempuan saya di Suriah. Mereka juga membutuhkan prostesis ini. Saya harap pemerintah Turki akan membantu orang-orang ini juga.” [Daily Sabah]

Leave a Response

error: Content is protected !!