Saturday, February 29, 2020
TerpopulerTurki

Protes penindasan China terhadap Uighur, ribuan warga Turki tumpah ruah ke jalan

TURKINESIA.NET – ANKARA. Ribuan warga Turki turun ke jalan memprotes kebiadaban pemerintah komunis China terhadap Muslim Uighur di Turkistan Timur.

Aksi demonstrasi yang diselenggarakan oleh Yayasan Bantuan Kemanusiaan Turki (IHH), mendesak umat Islam untuk bersuara menentang kampanye sistematis China terhadap Muslim Uighur.

Tiongkok dianggap melakukan kebijakan represif terhadap kelompok Muslim Uighur, dan menahan hak-hak beragama, komersial, dan budayanya.

Para demonstran yang berkumpul di depan Masjid Fatih di distrik Fatih berjalan menuju distrik Beyazit membawa bendera Turki dan Turkistan Timur.

Mereka meneriakkan slogan-slogan, di antaranya: “Turkistan Timur tidak sendirian,” “Tiran pasti akan bertanggung jawab” dan “Muslim, jangan tidur, lindungi saudaramu.” Spanduk lainnya bertuliskan “Penjajah Tiongkok Keluar dari Turkistan Timur,” “Kemerdekaan untuk Timur Turkistan, ”“ Tutup Kamp Konsentrasi ”dan“ Kebebasan untuk Rakyat Turkistan Timur ”

“Perilaku terhormat Mesut Ozil mengilhami kami… Semua orang harus bersuara melawan tiran ini seperti yang dilakukan Mesut,” kata Adem Adil, seorang pemrotes berbaris bersama kerumunan seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (21/12/2019).

Sebelumnya bintang sepak bola Jerman keturunan Turki, Mesut Ozil, memposting pesan di media sosial menyebut minoritas Uighur sebagai pejuang yang menentang penganiayaan. Ia mengkritik tindakan keras China dan diamnya umat Islam sebagai tanggapan.

Kepala IHH, Bulent Yildirim, berterima kasih kepada orang banyak karena tidak meninggalkan Turki Timur sendirian.

“Bagaimana Turkistan Timur bisa dibebaskan? Bagaimana penganiayaan terhadap orang-orang di sana bisa dihindari? Kita semua akan bekerja sama. Cara kami tidak pendek tapi juga tidak lama,” kata Yildirim.

Menurut Yildirim, penyebab utama di balik penganiayaan Tiongkok terhadap Muslim Uighur adalah masalah ekonomi karena Turkistan Timur terletak di sepanjang Jalan Sutra kuno dan 70% dari sumber daya bawah tanah Tiongkok berada di Turkistan Timur.

Dia menyerukan kepada negara-negara Muslim untuk mengambil langkah bersama melawan China.

“Wahai umat Muslim, jangan mengorbankan Turkistan Timur untuk perdagangan.” Serunya.

“Turki selalu mendukung Turkistan Timur dan mudah-mudahan akan terus seperti ini,” ia menambahkan.

“Orang-orang Uighur, khawatir tentang kehidupan mereka di bawah pendudukan China yang sudah lama, berusaha untuk bertahan hidup tanpa [terpenuhi] kebutuhan paling dasar mereka,” menurut sebuah pernyataan tertulis yang dikatakan oleh IHH.

Hingga 1 juta orang, atau sekitar 7% dari populasi Muslim di wilayah Turkistan Timur telah dipenjara dengan dalih “reedukasi politik”, menurut pejabat AS dan pakar PBB.

Human Rights Watch menuduh Beijing melakukan “kampanye sistematis pelanggaran hak asasi manusia” terhadap Muslim Uighur di Xinjiang, dalam sebuah laporan September lalu.

Sumber: Yeni Safak/Sindonews

Leave a Response

error: Content is protected !!