Thursday, April 2, 2020
Turki

Dengan doa dan ayat Alquran, Erdogan resmikan kantor pusat baru dinas intelijen Turki

TURKINESIA.NET – ANKARA. Presiden Turki recep Tayyip Erdogan meresmikan kantor pusat dinas intelijen Turki yang baru di ibukota Ankara dengan doa dan bacaan ayat Alquran untuk para syuhada, Senin [06/01].

Presiden Recep Tayyip Erdogan dan para menteri membuka kantor pusat yang dijuluki “Kale,” atau “Benteng,” dengan doa untuk para martir dan ayat Alquran, “Mereka melakukan makar (tipu daya), dan Allah membalas makar (tipu daya) mereka itu. Dan Allah sebaik-baiknya Pembalas makar  (tipu daya).”

Berbicara pada upacara peresmian, Erdogan mengatakan bahwa intelijen sangat diperlukan baik pada masa perang dan masa damai bagi keberadaan suatu negara.

“Di era kritis bagi negara kita dan dunia, kita membutuhkan dukungan dari Organisasi Intelijen Nasional kita lebih dari sebelumnya. Kami bangga dengan pencapaian para pahlawan tanpa nama kami yang dengan penuh dedikasi bekerja siang dan malam di seluruh dunia,” katanya .

Presiden menyebut bahwa Organisasi Intelijen Nasional adalah salah satu agen intelijen terkuat di dunia.

“Organisasi kami, yang lebih dari sekadar organisasi yang hanya mengumpulkan informasi dan melaporkannya, menjadikan Turki negara yang menggunakan informasi [yang disediakan oleh MİT] dalam diplomasi. Berkat keberhasilan kerja organisasi intelijen, kita memiliki kapasitas untuk bertindak atas nama sendiri. kepentingan sendiri, tanpa memerlukan izin atau bantuan dari negara lain, di mana pun di dunia,” katanya.

Kepala Otoritas Keagamaan Turki, Profesor Ali Erbas memuji keberhasilan intelijen Turki dengan tugas-tugas mereka yang berfokus melindungi tanah air dan kepentingan Turki.

Situs jejaring sosial “Twitter” dipenuhi dengan video yang menunjukkan Erdogan mengangkat tangannya dan medoakan arwah para syuhada.

Kompleks besar itu dibangun di lahan seluas 5.000 hektar di lingkungan Bağlıca di kota Etimesgut, dikelilingi oleh tembok beton setinggi tiga meter, kawat berduri dan dilengkapi dengan sistem keamanan rahasia terhadap akses tidak sah, infiltrasi, dan penyadapan.

Sejak berdirinya pada tahun 1965, organisasi ini memindahkan markasnya setidaknya tiga kali. Markas terakhirnya berada di distrik Yenimahalle di ibukota. Bangunan itu mendapat serangan dalam upaya kudeta 15 Juli 2016 oleh Gülenist Terror Group (FETÖ).

MIT dianggap sebagai salah satu layanan intelijen paling kuat di dunia, melalui usaha, pencapaian, dan keberhasilannya dalam operasi paling berbahaya yang dilakoni, khususnya dalam menggagalkan upaya kudeta yang dilakukan oleh organisasi teroris “Gulen” pada 15 Juli 2016.

MİT berawal pada Teşkilat-ı Mahsusa atau Organisasi Khusus, sebuah gagasan dari Enver Pasha, yang didirikan pada tahun 1913, satu tahun sebelum Perang Dunia l. Meskipun dibubarkan setelah perang, Teşkilat-ı Mahsusa dipuji karena kerja militer dan paramiliter selama perang. Beberapa organisasi intelijen berskala kecil lainnya didirikan setelah perang dan pada tahun-tahun awal Republik Turki pada tahun 1920-an.

MAH aktif hingga 1965 sebelum digantikan dengan MİT, yang diperintahkan oleh perwira militer karir di masa-masa awalnya, puluhan tahun sebelum eksekutifnya digantikan dengan birokrat sipil.

MIT kini dipimpin oleh Hakan Fidan, seorang mantan perwira kelahiran Ankara tahun 1968. Lulusan Akademi Angkatan Darat Turki tahun 1986. Ia kemudian berkarier di militer. Pada 1999, ia meraih gelar master jurusan Hubungan Internasional Universitas Bilkent Ankara. Tesis masternya    berjudul “Studi Banding antara Sistem Intelijen Turki, Inggris, dan Amerika Serikat”.

Erdogan menunjuk Fidan sebagai Kepala MIT pada 27 Mei 2009. Fidan lalu melakukan reformasi dengan menggabungkan semua lembaga intelijen di Turki, yakni intelijen militer, intelijen luar negeri, dan intelijen dalam negeri, dalam satu wadah, lembaga intelijen nasional.

Sumber: Daily Sabah/TR Agency

 

Leave a Response

error: Content is protected !!