Sunday, January 19, 2020
Kisah

Guru Filipina masuk Islam setelah kenang syuhada Turki di Perang Dunia I

TURKINESIA.NET – ERZURUM. Seorang guru Filipina telah masuk Islam setelah terpengaruh dengan keyakinan para tentara yang gugur dalam selama Perang Dunia I di Pertempuran Sarikamis Turki timur laut.

Pertempuran Sarikamis merenggut nyawa hampir 90.000 tentara Ottoman yang membeku hingga mati di distrik Sarikamis di provinsi Kars pada 1914.

Serangan Sarıkamış yang dilakukan oleh komando tinggi Ottoman merupakan operasi militer pertama Kesultanan dalam Perang Dunia I terhadap Kekaisaran Rusia. Serangan itu dimulai pada 22 Desember 1914 dalam musim dingin yang mematikan, beberapa unit hilang dalam badai salju. Hanya beberapa unit lainnya yang berhasil mencapai Sarıkamış yang berada di bawah pendudukan Rusia pada saat itu, dan dipukul mundur. Sebagian besar pasukan membeku sampai mati bahkan sebelum mereka mencapai garis Rusia.

Abdullah Ramosa, merupakan seorang guru berusia 37 tahun yang mengajar Kuwait. Sebelumnya dia penganut Kristen. Ia menjadi muallaf setelah ikut serta mengenang “Sarikamis Martyrs Memorial Climb” tahun lalu di Pegunungan Allahuekber. Acara peringatan itu diadakan setiap tahun untuk memperingati para syuhada.

Sarikamis Martyrs Memorial Climb

“Keimanan para prajurit yang mati syahid di kota Sarikamis adalah alasan utama di balik pilihan saya, kata Ramosa dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency di provinsi Erzurum timur. Ramosa juga aktif di gerakan kepanduan.

“Tantangan yang dimiliki para prajurit di Pegunungan Allahuekber memberikan kontribusi moral kepada saya. Banyak orang mati syahid di gunung-gunung,” kata Ramosa, yang bernama Oni sebelum ia masuk Islam.

Dia datang dari Kuwait ke Erzurum dan melanjutkan perjalanan ke Sarikamis untuk berkemah bersama para anggota kepanduan lainnya dan menghadiri acara peringatan.

Di acara perkemahan dan peringatan yang menantang, ia dapat merasakan  apa yang dirasakan para tentara pada saat itu.

Erzurum’da geçen yıl düzenlenen “Allahuekber Şehitlerini Anma” programı sonunda “Sarıkamış ruhu”ndan etkilenerek İslam’ı seçen 37 yaşındaki izci Abdullah Ramosa (sol 2), bu yılki etkinliklerde Hristiyan değil Müslüman olarak yer aldı. ( Türkiye İzcilik Federasyonu – Anadolu Ajansı )

‘Hadiah besar’ dari Allah

Ramosa menyebut Islam sebagai “hadiah besar” untuk dirinya sendiri dari Allah.

“Setelah menjadi seorang Muslim, saya pergi ke umrah yang membuat saya sangat merasakan Islam.

“Ketika saya pergi ke Filipina musim panas lalu, salah satu anggota kepanduan juga masuk Islam. Saya berdoa agar yang lain menjadi Muslim juga,” katanya.

Sumber: Anadolu Agency

Leave a Response

error: Content is protected !!