Tuesday, March 31, 2020
Asia

Virus mematikan, setengah kunjungan turis China ke Turki dibatalkan

TURKINESIA.NET – ANKARA. Hampir setengah dari pemesanan visa oleh turis China untuk Turki dibatalkan menjelang periode perjalanan yang sibuk bagi China karena wabah virus terbaru dari kota Wuhan, akhir bulan lalu.

Perwakilan pariwisata menekankan bahwa lebih dari 30.000 turis China diperkirakan akan mengunjungi Turki pada bulan Januari, bulan yang sibuk bagi wisatawan China karena banyak orang membuat rencana liburan Tahun Baru Imlek mereka di dalam negeri dan luar negeri pada bulan ini, tetapi jumlah ini sekarang cenderung menurun.

Penyebaran wabah menyebabkan penutupan setidaknya 13 kota di China, termasuk Wuhan, Ezhou, Huanggang, Chibi, Qianjiang, Zhijiang, Jingmen dan Xiantao, semuanya di provinsi Hubei, China tengah, tempat penyakit tersebut terkonsentrasi.

Sebelumnya pada hari Kamis, penerbangan dan kereta api juga dihentikan setelah patogen, yang dikenal dengan nama teknis 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV), pada hari Jumat telah merenggut 26 nyawa dan mempengaruhi ratusan orang di kota-kota China. Virus ini ditemui dalam beberapa kasus di sembilan negara lain, termasuk Hong Kong, Makao, Amerika Serikat, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Singapura dan Vietnam.

Ahmet Serdar Körükçü, ketua Dorak Tourism and Real Estate Inc., yang menyediakan layanan pariwisata bagi sekitar 80% turis China yang bepergian ke Turki, mengatakan kepada harian Turki Daily Sabah bahwa perusahaan itu menerima lebih dari 5.000 permintaan pembatalan minggu lalu saja.

Körükçü menekankan bahwa ada permintaan pembatalan untuk pemesanan yang dilakukan dari Malaysia dan Jepang juga.

Jumlah wisatawan China yang mengunjungi Turki telah meningkat selama empat tahun terakhir. Total 403.739 turis China datang ke Turki tahun lalu, sedangkan jumlahnya 313.704 pada tahun 2015. Sekitar 25.033 dari mereka melakukan perjalanan ke negara itu pada bulan pertama tahun 2019, sementara hampir 7 juta turis Tiongkok diperkirakan telah melakukan perjalanan ke luar negeri pada bulan yang sama tahun itu.

Ali Onaran, ketua perusahaan wisata yang berbasis di Turki Prontotour, yang menyediakan tur bulanan ke China juga berbicara tentang ekspektasi pariwisata mengenai turis China. Ia mencatat perusahaan tersebut belum menerima permintaan pembatalan sejauh ini tetapi telah melihat penurunan penjualan.

Pemerintah China telah mengklasifikasikan wabah dalam kategori yang sama dengan epidemi SARS, yang berarti isolasi wajib bagi mereka yang didiagnosis dengan penyakit tersebut dan potensi untuk menerapkan tindakan karantina. Namun mereka masih belum dapat memastikan sumber pasti dari virus tersebut, meskipun hewan diduga menjadi sumber utama wabah tersebut, dengan pasar Wuhan diyakini sebagai pusatnya.

Komisi Kesehatan Nasional mengatakan Jumat pagi, jumlah kasus yang dikonfirmasi dari coronavirus baru telah meningkat menjadi lebih dari 830, Pihak berwenang juga memeriksa 1.072 kasus yang dicurigai.

Sementara itu, Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dia menunda keputusan apakah akan mengumumkan darurat kesehatan global atau tidak. Dia mengatakan membutuhkan “informasi lebih lanjut.”

Keadaan darurat merupakan instrumen langka yang hanya digunakan untuk wabah terburuk.

Sumber: Daily Sabah

Leave a Response

error: Content is protected !!