Monday, February 17, 2020
Kisah

Kisah pengungsi Suriah selamatkan wanita Turki korban gempa jadi trending Twitter

TURKINESIA.NET – ELAZIG. Situs jejaring sosial Twitter di Turki telah viral dengan tagar #SuriyeliMahmut menempati posisi pertama dalam daftar yang paling banyak digunakan.

Ini terjadi beberapa jam setelah tersebarnya video di mana seorang wanita Turki mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seorang pria Suriah bernama “Mahmut”, yang membantu selamat dari reruntuhan setelah gempa di provinsi Elazig, Turki timur.

Puluhan ribu orang Turki ikut meramaikan Twitter dengan memuji keberanian Mahmoud. Beberapa dari mereka menyerukan untuk mengungkapkan identitas pemuda itu.

“Mahmut telah menaklukkan hati semua orang,” tulis salah seorang pengguna Twitter. Yang lain menambahkan, “Mahmut Al-Suuri (Suriah), tanah itu tidak akan melupakanmu.” Salah satu dari mereka juga mencuit, “Mahmut Al-Suuri menyelamatkan nyawa dari bawah puing-puing.” Yang lain mengatakan, “Kepahlawanan Mahmut Al-Suuri tidak boleh dilupakan,” banyak cuitan dan komentar lainnya memuji keberanian Mahmut Al-Suuri.

Pada hari Sabtu, sebuah video sosial tentang seorang wanita Turki menyebar di sebuah rumah sakit, dan dia berkata, “Apakah Anda tahu orang-orang Suriah yang kita kritik?! Seorang pria muda, yang namanya Mahmut, terus menggali tanah dengan kukunya, sampai tangannya terkoyak ketika dia mencoba mengeluarkan kami dari bawah reruntuhan.”

“Aku tidak akan melupakannya (Mahmut) bahkan jika aku mati, dan jika aku pergi dari sini, aku akan mencarinya dan menemukannya,” tambahnya.

Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) pada Jumat malam mengumumkan bahwa gempa bumi melanda negara bagian Elazig di wilayah Anatolia timur.

Gempa 6,8 skala Richter terasa juga di beberapa provinsi lain seperti Malatya, Diyarbakir, Adiyaman, Batman, Kahramanmarash dan Sanliurfa serta negara tetangga termasuk Suriah dan Georgia.

Pemerintah Turki memobilisasi semua tim medis dan bantuan dan menempatkan mereka dalam keadaan siaga penuh, sebagai bagian dari rencana mendesak untuk menghadapi bencana dan keadaan darurat, sementara sejumlah pejabat dan menteri pergi lebih awal ke lokasi gempa.

Sumber: Tr.Agency

Leave a Response

error: Content is protected !!