Monday, February 17, 2020
Kisah

Mengharukan, pemuda Suriah ini bertemu dengan keluarga yang ia tolong dari reruntuhan gempa

TURKINESIA.NET – ELAZIG. Tim dari kantor berita Turki Anadolu Agency berhasil mempertemukan Mahmud, seorang pengungsi Suriah dengan keluarga Turki yang ia keluarkan dari reruntuhan gempa.

Mahmud dengan penuh keberanian dan kekuatan berjuang mengeluarkan Dürdane Aydın dan suaminya dari bawah puing-puing setelah gempa dahsyat di provinsi Turki timur Elazig, Jumat.

Tim Anadolu Agency berhasil menemukan pemuda Suriah itu setelah tersebarnya Dordana Aydin di rumah sakit di mana ibu Turki itu menceritakan kepahlawanan yang diperlihatkan Mahmudd untuk menyelamatkannya dan suaminya tanpa menghiraukan luka di tangannya.

Klip video itu tersebar luas di platform media sosial, di mana wanita Turki itu menceritakan kejadian tersebut dengan mengatakan, “apakah Anda tahu orang-orang Suriah yang kita kritik?! Seorang pria muda, yang namanya Mahmud, terus menggali tanah dengan kukunya, sampai tangannya terkoyak ketika dia mencoba mengeluarkan kami dari bawah reruntuhan.”

“Aku tidak akan melupakannya (Mahmud) bahkan jika aku mati, dan jika aku pergi dari sini, aku akan mencarinya dan menemukannya. Mahmud adalah pemuda sipil, bukan dari kru penyelamat … Namun demikian, dia berhasil mengeluarkan saya dari bawah puing-puing dengan jari-jarinya yang robek”, tambahnya.

Setelah tersebarnya video itu di media sosial, tagar #Suriyeli_Mahmud menempati urutan teratas di Twitter Turki, di mana pengguna Sosmed menyebutnya sebagai “pahlawan”, “penyelamat”,  “ksatria” “berani” dan julukan lainnya yang menggambarkan tindakannya.

Mahmud berasal hari Provinsi Hama Suriah. Ia datang ke provinsi Hatay, Turki selatan dua tahun lalu. Tiga bulan lalu ia pindah ke Elazig untuk belajar di universitas.

Kepada Anadolu Agency, ia menceritakan kejadian ketika penyelamatan wanita Turki itu dan suaminya saat terjadinya gempa.

Pemuda Suriah tersebut mengatakan bahwa gempa bumi terjadi ketika ia keluar tempat bekerja dan sedang dalam perjalanan untuk berolahraga. Usai goncangan dahsyat, ia segera menuju ke tempat bangunan runtuh dan mendengar suara-suara orang-orang di sana [meminta bantuan].

Dia menambahkan: “Saya mendengar suara wanita itu dan suaminya, saya masuk ke dalam (rumah yang roboh) dan ada lampu di tangan saya, kemudian saya meminta bantuan beberapa pemuda untuk membantu saya dalam masalah ini. Pertama-tama kami memindahkan pria itu dari bawah puing-puing dan setelah itu saya mulai memindahkan wanita tersebut serta memindahkan banyak barang yang jatuh di atasnya.”

Dia melanjutkan: “Ketika saya melihatnya, puing-puing jatuh di kakinya dan dia tidak bisa bergerak, jadi saya mulai mengeluarkan puing-puing itu sampai kakinya keluar dan kemudian saya mengeluarkan wanita itu lalu membawanya ke rumah sakit.”

Mengenai luka di lengan dan tangannya, Mahmud berkata: “itu tidak penting dan hanya luka ringan. Yang penting adalah kelangsungan hidup mereka. Setelah gempa, telepon saya juga hilang tetapi tidak penting. Bagi saya yang penting adalah kelangsungan hidup orang-orang ini.”

Di tempat kejadian, Mahmud menggunakan handphonenya sebagai lampu. Wanita Turki itu dan suaminya telah menyadari bahwa cahaya telepon dapat membantu mereka bertahan hidup, jadi Mahmud mengatakan bahwa handphone telepon ini memiliki tempat yang sangat istimewa baginya.

 

Pertemuan yang mengharukan

Atas permintaan Mahmud, Anadolu Agency menghubungi Dordana Aydin dan suaminya, Zülküf Aydın, yang pindah ke desa mereka setelah rumah mereka benar-benar hancur oleh gempa bumi.

Ketika Dordana melihat foto Mahmud, dia berkata: “Ini adalah pemuda yang menyelamatkan saya. Saya tidak melupakan penampilannya. Saya harap Anda akan mengatur pertemuan di antara kami.”

Anadolu Agency kemudian membawa Mahmud ke desa keluarga tersebut, dan air mata Dordana mengalir tak terbendung. Dia berkata kepadanya, “Kamu adalah pahlawan kami.”

Ketika dia melihat luka di tangan dan lengan Mahmud, Dordana menangis dan berkata kepadanya setelah mengetahui bahwa ibu Mahmud ada di Suriah: “Jangan bersedih untuk ibu dan saudara perempuanmu. Kami adalah ibu dan ayah bagimu sejak saat ini. Aku tidak akan meninggalkanmu setelah hari ini.”

Tentang saat-saat yang dihabiskannya di bawah puing-puing, Dordana berkata: “Suami saya dan saya berada di bawah puing-puing, kami berpelukan dan tidak membayangkan bahwa kami akan keluar hidup-hidup dari sana.”

 

Ponsel yang hilang telah menjadi obor harapan

“Ketika kami melihat cahaya telepon, suamiku bersiul dan meminta bantuan. Mahmud menyelamatkan suamiku terlebih dahulu, kemudian menarikku keluar dari puing-puing, saat itu saya melihat darah mengalir dari tangannya, namun Mahmud malah mengkhawatirkan pecahan kaca padaku.”

Dordana menambahkan: “Mahmud adalah pahlawan kami, dan sejak saya keluar dari puing-puing dan saya bertanya kepada suami tentang pemuda yang menyelamatkan kami, semua orang berpikir bahwa saya bertanya tentang anak-anak saya yang sebenarnya, tetapi saya tahu bahwa anak-anak saya bersama nenek mereka.”

Sementara itu, sang suami, Zülküf Aydın mengatakan bahwa Mahmud melakukan upaya ganda untuk menyelamatkannya dari puing-puing.

Dia menambahkan, “Jika berada di posisi Mahmud, kami mungkin tidak akan melakukan semua upaya ini. Ketika saya melihat cahaya ponsel Mahmud, saya mulai berteriak dan meminta bantuan, kemudian kami menyadari bahwa kami akan selamat dari puing-puing, dan setelah Mahmud menyingkirkan puing-puing dari atas saya, saya berhasil bertahan dengan bantuannya, dan kemudian dia mulai membantu istri saya.”

Dia melanjutkan: “Kami berpikir bahwa masa penyelamatan itu singkat, dan kami kemudian mengetahui bahwa Mahmud melakukan upaya selama 3 setengah jam untuk menyelamatkan istri saya, dan setelah ia menyelamatkan istri saya, Mahmud pergi untuk membantu orang lain, dan kemarin kami pergi ke reruntuhan dengan harapan bertemu dengannya.

Menurut Departemen Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD), pada Jumat malam gempa berkekuatan 6,8 pada skala richter menghantam negara bagian Alazig (timur) terasa oleh penduduk beberapa negara tetangga.

Jumlah kematian akibat gempa mencapai 35, menurut Wakil Presiden Turki Fuad Aktay, pada hari Minggu, sementara jumlah yang terluka melebihi 1.600.

Sumber: Anadolu Agency Arabic

Leave a Response

error: Content is protected !!