Sunday, May 31, 2020
Timur Tengah

Parlemen Turki: Yerusalem selalu menjadi garis merah bagi kita

TURKINESIA.NET – ANKARA. Ketua parlemen Turki mengkritik rencana perdamaian Timur Tengah yang diumumkan Donald Trump pada Selasa malam, dan mengatakan “Yerusalem selalu menjadi garis merah bagi kita.”

“Sikap Turki terhadap masalah Palestina sejalan dengan hukum dan legitimasi internasional,” kata Mustafa Sentop, ketua parlemen Turki, melalui Twitter.

‘Rencana’ sepihak yang diumumkan oleh POTUS [President of The United States) adalah upaya yang jauh dari sikap memahami masalah Palestina dan status Yerusalem, dan pasti akan gagal, kata Sentop.

Pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump merilis rencananya yang sering tertunda untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina melalui konferensi pers di Gedung Putih. Trump menjadi tuan rumah bagi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sementara tidak ada perwakilan pemerintah Palestina.

Selama konferensi pers, Trump menyebut Yerusalem sebagai “ibu kota Israel yang tidak terbagi”.

Apa yang disebut rencana perdamaian itu secara sepihak membatalkan resolusi-resolusi PBB sebelumnya tentang masalah Palestina dan menyarankan agar Palestina memberikan hampir semua yang diminta oleh Israel.

Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan di berbagai bagian Palestina dan ibukota Yordania, Amman, sebagai reaksi atas peluncuran resmi rencana tersebut.

Tagar “#FreePalestine” dengan cepat menjadi tren dunia teratas di Twitter, Selasa malam.

Sumber: Anadolu Agency Indonesia

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x