Tuesday, March 31, 2020
Asia

Turki dan Pakistan rencanakan sepakati kewarganegaraan ganda

TURKINESIA.NET – ANKARA. Turki dan Pakistan sedang mempertimbangkan rencana untuk mengizinkan kewarganegaraan ganda bagi warga kedua negara yang akan meningkatkan hubungan secara signifikan.

Rencana itu terungkap saat pertemuan antara Menteri Dalam Negeri Pakistan Ijaz Ahmad Shah dan Duta Besar Turki untuk Pakistan Ihsan Mustafa Yurdakul.

Langkah yang diusulkan oleh Yurdakul tersebut “sedang dipertimbangkan” oleh pihak Pakistan, kata Ahmad Shah.

“kami berharap untuk mencapai kesimpulan bersama segera,” kata Mendagri Pakistan itu.

Peningkatan hubungan bilateral konsekuen juga dibahas, terutama kerja sama militer, dengan peningkatan peralatan dan operasi pelatihan untuk penegakan hukum.

“Menteri Dalam Negeri menyambut inisiatif memperkenalkan pasukan patroli pada model Angkatan Dolphin yang diperkenalkan di Lahore, bekerja sama dengan Polisi TIK [Wilayah Islamabad],” kata pernyataan kementerian itu, merujuk pada pasukan keamanan elit di provinsi Punjab yang diluncurkan tahun 2016. Sebagian pasukan itu dilatih oleh Turki untuk tujuan mengatasi kejahatan jalanan dan memastikan keamanan di sekitar Koridor Ekonomi Tiongkok-Pakistan (CPEC).

Dubes Yurdakul juga menekankan kepada Shah bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan untuk melakukan kunjungan ke Pakistan dalam waktu dekat, dan bahwa Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu akan mengunjungi negara itu pada bulan Februari untuk membahas masalah lainnya dengan Shah.

Jika warga kedua negara, Pakistan dan Turki, dapat mencapai kewarganegaraan dan paspor ganda dari masing-masing negara, itu akan menandai langkah bilateral terbesar dalam sejarah kedua negara dan secara signifikan akan menambah pada hubungan mereka yang sudah kuat.

Awal bulan ini, Pakistan memperpanjang waktu pengiriman helikopter serang T129 buatan dalam negeri Turki, yang ditunda karena sanksi yang dikenakan AS terhadap Turki. Pada Mei tahun lalu, Pakistan juga menambahkan daftar perjalanan bebas visa bagi Turki, serta menjalin kerja sama lebih erat dalam pariwisata dan bisnis di antara kedua negara.

Sumber: Middle East Monitor

Leave a Response

error: Content is protected !!