Tuesday, March 31, 2020
Asia

Virus corona: Turki telah evakuasi warganya dari China, dikarantina selama dua minggu

TURKINESIA.NET – ANKARA. Warga Turki yang kembali dari kota Wuhan yang terkena virus corona akan dikarantina selama 14 hari, menurut menteri kesehatan negara itu.

Berbicara pada konferensi pers setelah pertemuan komite ilmiah tentang virus misterius tersebut, Fahrettin Koca mengatakan warga Turki yang akan melakukan perjalanan dari Wuhan akan dikarantina selama 14 hari untuk tindakan pencegahan.

Pesawat kargo Turki membawa 34 warga Turki, tujuh warga Azerbaijan, tujuh warga Georgia dan satu warga Albania dari Wuhan, demikian disampaikan Koca.

“Ada warga [Turki] yang tinggal di Wuhan dan sama sekali tidak curiga terhadap infeksi. Kita tidak bisa meninggalkan warga kita yang benar-benar sehat dan membahayakan mereka,” kata Koca.

Menteri juga menggarisbawahi 21 spesialis infeksi juga akan melakukan perjalanan ke China dengan pesawat kargo yang akan membawa warga kembali ke Turki.

“Tim kami akan melakukan pemeriksaan yang diperlukan untuk setiap penumpang. Kami membawa mereka dengan isolasi khusus,” katanya.

Anggota tim medis juga akan dikarantina selama 14 hari bersama warga, tambah Menkes Koca.

Sebagai upaya untuk mencegah kontak dengan warga lain di rumah sakit yang digunakan secara aktif, Kementerian akan menggunakan rumah sakit untuk warga yang datang dari Wuhan yang tidak digunakan oleh pasien lainnya.

 

Tidak ada kasus coronavirus yang terdeteksi di Turki

Fahrettin Koca juga menekankan bahwa 68 orang dari seluruh Turki telah diperiksa secara menyeluruh dan saat ini tidak ada diagnosis “absolut coronavirus”.

“Bahkan jika ada [diagnosis], saya ingin menggarisbawahi bahwa semua persiapan kami telah selesai,” katanya.

Di provinsi selatan Adana, dua kasus yang diduga coronavirus berada di bawah pengamatan cermat dan hasil tes menunjukkan tidak ada deteksi positif infeksi, kata menteri itu.

“Kami memiliki 70 kasus yang sedang diamati tetapi tidak ada [hasil tes] positif,” katanya.

Ketika ditanya apakah tindakan yang diambil Turki terhadap virus corona sudah memadai, Koca mengatakan Turki mulai mengambil tindakan pencegahan yang mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 20 hari sebelum disarankan.

Pesawat Turki tinggalkan Wuhan, China dengan warga yang dievakuasi 

Pesawat kargo Turki dengan 42 penumpang meninggalkan Wuhan, China pada Sabtu.

Pesawat itu telah mengevakuasi warga Turki dari Wuhan, Cina, jantung wabah virus corona yang mematikan.

Sebelas personel militer, enam karyawan kesehatan, dua jurnalis dan satu perwakilan kementerian luar negeri berada di dalam pesawat yang tiba pada pukul 6 pagi waktu setempat (2200GMT) di Wuhan.

Mereka yang dievakuasi diperiksa oleh para ahli kesehatan Turki, termasuk tes darah dan memindai kondisi kesehatan untuk menghilangkan kemungkinan penyebaran virus ke Turki.

Jika ada penumpang yang nantinya menunjukkan gejala selama penerbangan, mereka akan dibawa ke bagian khusus di dalam pesawat.

Setelah tiba di Turki, mereka akan dipindahkan ke rumah sakit di Ankara untuk masa karantina selama 14 hari sesuai dengan masa inkubasi virus.

Warga Turki yang dievakuasi di Wuhan itu diberitahu tentang semua proses tadi di Turki.

Warga Turki senang berada di dalam pesawat dan beberapa menyatakan terima kasih kepada Turki.

“Kementerian luar negeri dan kedutaan besar kami di China menghabiskan terlalu banyak upaya untuk membawa kami kembali ke negara kami, kami mengalami masa-masa sulit di sini, kami merasa putus asa. Saya sangat senang berada di sini pada saat ini,” kata seorang penumpang Turki ke Anadolu Agency .

Pesawat itu juga mengirimkan peralatan medis ke China yang dikirim oleh badan bantuan dan pengembangan pemerintah (TIKA) yang dikelola pemerintah dan Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD).

Corona virus, dinamakan demikian karena di bawah mikroskop terlihat menyerupai mahkota, telah menewaskan sedikitnya 259 orang di Cina dengan menginfeksihampir 12.000 orang.

Sementara lebih dari 118.000 orang berada dalam observasi pihak medis.

Sejak virus ini merebak akhir tahun lalu, China telah mengisolasi Wuhan dalam upaya menahan virus menyebar dan membangun rumah sakit berkapasitas 1.000 tempat tidur untuk mengobati mereka yang terkena dampak.

Di luar China, virus telah menyebar ke Jepang, Korea Selatan, Thailand, AS, Singapura, Prancis, Vietnam, dan Kanada.

Sumber: Daily Sabah/Anadolu Agency

 

Leave a Response

error: Content is protected !!