Sunday, March 29, 2020
Ekonomi

Di tengah krisis virus corona, Turki jadi pasar alternatif bagi pembeli tekstil

TURKINESIA.NET – ANKARA. Virus corona yang tersebar cepat di China telah menghentikan produksi di negara itu sebab banyak warganya yang tidak lagi dapat meninggalkan rumah mereka untuk bekerja di beberapa provinsi diisolasi. Hal ini telah mendorong dunia bisnis untuk menemukan pasar manufaktur alternatif, termasuk Turki.

Jika kekhawatiran penyebaran virus mematikan terus mempengaruhi perekonomian, merek dan rantai usaha diperkirakan akan beralih dari produsen dominan dunia.

Ketua Serikat Pengekspor Pakaian dan Tekstil Jadi Istanbul Mustafa Gültepe mengatakan kepada Daily Sabah bahwa meskipun penyebaran virus dapat dicegah, pengaruhnya terhadap produksi akan bertahan setidaknya tiga bulan lagi. Dia menambahkan bahwa merek-merek pakaian yang memiliki produsen di China sudah menghubungi produsen Turki untuk informasi tentang kualitas pakaian.

Pembeli tekstil internasional melihat Turki sebagai pasar yang disukai dan menguntungkan karena kualitas dan produksinya yang cepat dengan harga terjangkau.

“Harapan untuk peningkatan permintaan tinggi. Pesanan April dan Mei akan melihat peningkatan yang signifikan,” kata Gültepe.

Virus, yang muncul di provinsi Hubei tengah pada akhir 2019, telah menyebar ke lebih dari dua lusin negara sejak pertama kali diidentifikasi pada bulan Desember, mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengumumkan keadaan darurat global. Lebih dari 180 kasus tipe baru virus corona telah dikonfirmasi di luar Cina daratan.

Ketua Asosiasi Industri Pakaian Turki Cevdet Karahasanoğlu Juga berbicara tentang masalah ini, mengatakan peningkatan permintaan dari bisnis internasional akan membantu sektor tekstil dan garmen Turki bekerja pada kapasitas penuh.

China saat ini adalah eksportir tekstil terbesar di dunia, yang mempekerjakan lebih dari 4,6 juta orang, menurut data dari Biro Statistik Nasional China. Ekspor tekstil dari Tiongkok mencapai 37,6% dari total dunia pada tahun 2018, meningkat 3,5% dari tahun sebelumnya.

Sumber: Daily Sabah

Leave a Response

error: Content is protected !!