Sunday, March 29, 2020
Timur Tengah

5 tentaranya gugur diserang rezim Assad, Turki balas netralisir 101 musuh

TURKINESIA.NET – ANKARA. Kementerian Pertahanan Turki pada hari Senin mengatakan pasukannya dengan cepat membalas terhadap rezim Assad di bawah aturan keterlibatan dan haknya untuk membela diri yang sah setelah serangan mematikan terkini terhadap pasukan Turki di Suriah barat laut.

Di Twitter, Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa 115 target rezim Suriah dihantam dan 101 personil militer rezim dinetralkan.

Pihak berwenang Turki sering menggunakan istilah “dinetralkan” untuk menyiratkan teroris yang dimaksud menyerah, terbunuh atau ditangkap.

Kementerian menambahkan bahwa tiga tank, dua posisi howitzer dan satu helikopter rezim juga terkena.

Kementerian itu juga mengatakan bahwa pembalasan Turki terhadap rezim Assad akan terus berlanjut di bawah aturan pertahanan diri yang sah.

Kementerian mengatakan darah para martir Turki tidak akan tumpah dengan sia-sia. Kemenhan juga berharap rahmat Allah atas para martir dan pemulihan yang cepat bagi yang terluka. Pernyataan itu juga memuat ungkapan belasungkawa kepada keluarga para martir.

Senin sebelumnya, setidaknya lima tentara Turki gugur dan lima lainnya cedera dalam serangan pasukan rezim Assad di Idlib, Suriah barat laut.

Pekan lalu, serangan oleh pasukan rezim di Idlib membunuh tujuh tentara Turki dan satu kontraktor sipil yang bekerja dengan militer Turki serta melukai lebih dari belasan orang. Sebagai pembalasan, Turki pekan lalu menyerang lebih dari 50 target dan menewaskan 76 tentara Suriah.

Pasukan Turki berada di Idlib sebagai bagian dari misi anti-teror dan perdamaian.

Idlib telah menjadi kubu oposisi dan kelompok bersenjata anti-pemerintah sejak pecahnya perang saudara Suriah pada tahun 2011.

Pada bulan September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Tetapi lebih dari 1.800 warga sipil telah tewas dalam serangan oleh rezim dan pasukan Rusia sejak saat itu, mengabaikan gencatan senjata 2018 dan yang baru pada pada 12 Januari.

Sumber: Anadolu Agency

Leave a Response

error: Content is protected !!