Monday, February 17, 2020
Timur Tengah

Mengungsi karena pemboman rezim Assad, bayi Suriah meninggal kedinginan

TURKINESIA.NET – ANKARA / AFRIN. Seorang bayi perempuan berusia 18 bulan, satu dari ratusan ribu anak yang terlantar akibat perang sipil yang sedang berlangsung di Suriah, meninggal karena kondisi cuaca yang ekstrim di negara yang dilanda perang itu.

Karena pemboman pasukan rezim Bashar al-Assad di Idlib, keluarga Iman Ahmed Laila tinggal di sebuah kamp pengungsi di kota Afrin di barat laut.

Pada hari Kamis, Laila akhirnya meninggal karena kondisi ekstrem di pemukiman sementara.

Dalam sebuah pernyataan, Masyarakat Medis Suriah Amerika mengatakan anak itu telah meninggal sebelum sampai pusat kesehatan Al-Shifa.

Ada 6,2 juta orang, termasuk 2,5 juta anak-anak yang mengungsi di Suriah, populasi pengungsi internal terbesar di dunia, menurut PBB.

Ankara telah mengirim pasukan ke Idlib [yang merupakan kubu pasukan oposisi di negara yang dilanda perang itu] sebagai bagian dari perjanjian dengan Moskow – Astana 2017 dan 2018 Sochi – yang berupaya melonggarkan eskalasi.

Namun, pasukan rezim dan milisi yang loyal terhadapnya terus melanggar gencatan senjata.

Erdogan menekankan bahwa jumlah korban dari pihak Turki karena serangan rezim di Idlib mencapai 14, sementara 45 tentara terluka dalam serangan itu.

Sebagai balasan, Turki menyerang target rezim Assad dan membunuh puluhan tentara Suriah.

Sumber: Anadolu Agency

Leave a Response

error: Content is protected !!