Monday, February 17, 2020
Timur Tengah

PBB: Di tengah cuara ekstrim, pengungsi dari barat laut Suriah capai 800.000 lebih, sebagian besar wanita dan anak-anak

TURKINESIA.NET – NEW YORK. Pemerintah Eropa dan PBB pada hari Jumat memberikan peringatan tentang meningkatnya kekerasan yang telah memaksa lebih dari 800.000 warga Suriah meninggalkan rumah mereka di barat laut negara itu sejak Desember.

Berbicara atas nama anggota Uni Eropa, Sven Jurgenson, duta besar Estonia untuk PBB, mengatakan tindakan ofensif pemerintah Suriah yang didukung Rusia telah menyebabkan “salah satu keterlantaran ulah manusia terburuk yang telah kita lihat di mana pun di dunia selama bertahun-tahun”.

“Serangan-serangan terus mencakup sasaran-sasaran sipil di daerah-daerah berpenduduk padat, fasilitas medis dan permukiman bagi para pengungsi internal,” kata Jurgenson kepada wartawan setelah pembicaraan tertutup tentang krisis yang sedang berlangsung di Dewan Keamanan PBB di New York.

“Serangan-serangan ini harus segera dihentikan.”

Sejak Desember, pasukan pemerintah Suriah yang didukung Rusia telah mendesak maju dengan serangan ganas di wilayah Idlib di Suriah barat laut.

Idlib merupakan pertahanan terakhir yang dikuasai pejuang oposisi dalam perang sipil yang telah berlangsung selama sembilan tahun di negara itu.

Serangan itu telah memicu gelombang perpindahan terbesar dalam konflik, dengan lebih dari 800.000 orang melarikan diri ke perbatasan Turki. Turki yang telah menampung 3,6 juta pengungsi Suriah, mengatakan mereka tidak lagi sanggup menampung.

“Jutaan warga sipil tetap terperangkap di daerah itu, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak,” tambah Jurgenson.

“Mereka menghadapi kondisi musim dingin yang keras tanpa mampu memenuhi kebutuhan dasar untuk tempat tinggal, air, makanan, dan perawatan kesehatan.”

Menurut juru bicara PBB Stephane Dujarric, jumlah pengungsi mencapai 830.000 pada hari Jumat, dengan pertempuran yang sedang berlangsung di sekitar kota Idlib, Aleppo dan daerah lainnya memaksa 143.000 orang [mengungsi] dari rumah mereka dalam tiga hari terakhir saja.

“Perempuan dan anak-anak adalah di antara mereka yang paling menderita – mereka membentuk sekitar 81 persen dari orang-orang yang baru saja mengungsi,” kata Dujarric kepada wartawan pada jumpa pers harian di New York pada Jumat.

“Suhu di seluruh barat laut Suriah telah berada di bawah titik beku selama beberapa hari, membuat keluarga pengungsi terpapar pada kondisi yang semakin ekstrim.”

Sumber: Anadolu Agency

 

Leave a Response

error: Content is protected !!