Sunday, April 5, 2020
Asia

India ingatkan Turki jangan ikut campur urusan Kashmir

TURKINESIA.NET – ISLAMABAD. India telah mengatakan kepada Turki untuk tidak “ikut campur” dalam urusan internalnya, setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan keprihatinan atas memburuknya situasidi Kashmir yang dikelola oleh India.

Wilayah Kashmir yang di kelola India didominasi mayoritas Muslim di mana kekerasan terus meningkat sejak pemerintah India mencabut undang-undang otonomi khusus di wilayah itu tahun lalu.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh media India pada hari Sabtu, Raveesh Kumar, juru bicara kementerian urusan luar negeri, menolak “semua referensi untuk Jammu dan Kashmir” yang dibuat dalam deklarasi bersama oleh Ankara dan Islamabad setelah kunjungan Erdogan ke Pakistan pada hari Jumat.

“Kami menyerukan kepemimpinan Turki untuk tidak ikut campur dalam urusan internal India dan mengembangkan pemahaman yang benar tentang fakta-fakta, termasuk ancaman besar yang ditimbulkan oleh terorisme yang berasal dari Pakistan ke India dan kawasan itu,” kata Kumar. Dia juga menyebut Kashmir “bagian integral dan tidak dapat dicabut dari India “.

Selama perjalanannya ke Islamabad, Erdogan mengatakan penderitaan rakyat Kashmir telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir karena India mengambil “langkah sepihak”.

“Pendekatan ini, yang memperburuk situasi saat ini dan mencabut kebebasan dan hak-hak rakyat Kashmir, tidak menguntungkan siapa pun,” katanya seperti dikutip oleh media pemerintah Turki, Anadolu Agency.

“Masalah Kashmir dapat diselesaikan bukan dengan konflik atau penindasan, tetapi atas dasar keadilan dan kesetaraan.”

India dan Pakistan mengklaim wilayah Kashmir Himalaya penuh. Masing-masing negara mengelola sebagian dari wilayah tersebut. Kedua negara yang bersenjata nuklir itu telah berperang dua tiga kali, dua di antaranya terkait wilayah Kashmir.

Ketegangan terus meningkat sejak India mengeluarkan amandemen konstitusi pada Agustus tahun lalu, mencabut status dan otonomi khusus untuk Kashmir yang dikelola India.

Sumber: Aljazeera English

Leave a Response

error: Content is protected !!