Wednesday, July 8, 2020
Sejarah

Komandan Jepang selamatkan 1.000 lebih pasukan Turki, namanya diabadikan di jalan Istanbul

TURKINEESIA.NET – ISTANBUL. Komandan kapal Heimei Maru Jepang yang membawa 1.012 tentara Turki yang ditangkap oleh Rusia selama Perang Dunia I ke Istanbul, telah diabadikan sebagai nama sebuah jalan di distrik Beykoz.

Letnan Kolonel Yukichi Tsumura menolak menyerahkan tahanan Turki kepada tentara Yunani yang telah memblokir kapal Jepang di Laut Aegea.

Kepahlawanan Tsumura terungkap dalam sebuah film dokumenter bernama “Vatana Giderken: Heimei Maru,” (Going to the Homeland: Heimei Maru) yang disutradarai oleh Hayriye Savaşçıoğlu.

Lebih dari 65.000 tentara Ottoman ditangkap oleh Rusia di Front Kaukasia, dan beberapa dari tentara itu dikirim ke kamp-kamp di Vladivostok, kota pelabuhan Rusia paling timur, selama Perang Dunia I.

Ketika Jepang yang tergabung dalam blok sekutu menduduki Vladivostok pada April 1918 saat kekacauan disebabkan oleh Revolusi Bolshevik di Rusia, pemerintah Jepang mengambil alih tanggung jawab terhadap para tahanan Ottoman.

Setelah perang, berbagai upaya dilakukan untuk membawa pulang para tahanan, dan pada tahun 1921 Jepang memutuskan untuk mengirim orang-orang Turki ke Istanbul.

Pemerintah Ankara mengirim 48.000 pound untuk membawa kembali tentaranya yang tertawan. Pemerintah Jepang menugaskan Letnan Kolonel Yukichi Tsumura dengan kapal Heimei Maru.

Tentara Turki berlayar pada 23 Februari 1921. Kapal akan berlayar ke Mediterania melalui Terusan Suez dan kemudian ke Istanbul.

Namun, pada 5 April, kapal itu dihentikan oleh kapal perang Yunani di dekat pulau Lesbos.

Orang-orang Yunani menuntut para tahanan untuk diserahkan kepada mereka, tetapi Tsumura menolak permintaan itu.

Namun, tidak mudah bagi kapal untuk mencapai Istanbul. Beberapa tahanan dibawa ke pulau Asinara meninggal karena sakit. Pulau itu terletak di antara pulau Corsica dan Sardinia.

Akhirnya, Ferry Ümit (Hope Ferry), yang pergi ke pulau itu pada 19 Juni 1922, membawa pasukan Turki itu ke Istanbul.

Sadullah Kabahasanoğlu, anggota Dewan Kota Istanbul, mengajukan permintaan kepada dewan distrik Beykoz pada 1 Juli 2019.

“Komandan Jepang tidak menyerahkan tentara kami kepada pihak Yunani, menunjukkan contoh keberanian yang luar biasa,” kata Kabahasanoğlu dalam permintaan resmi.

“Dengan hormat saya meminta agar nama Letnan Kolonel Tsumura diberikan untuk sebuah jalan di distrik kami,” katanya.

Majelis dewan menerima keputusan untuk memberikan nama Tsumura pada jalan di distrik Beykoz di sisi kota Asia.

Sumber: Hurriyet Daily News

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x