Sunday, April 5, 2020
Kolom

Turki kalah diplomasi terkait Idlib?

TURKINESIA.NET – Oleh sebagian pengamat, Perundingan Erdogan-Putin di Moskow ditengah berlangsungnya ‘Operation Spring Shield’ dianggap justru merugikan Turki secara politik. Memang Turki tidak bisa mencapai 100% dari tujuan operasi, akan tetapi, Operation Spring Shield di Idlib dan perundingan Moskow beberapa hari yang lalu menegaskan beberapa hal:

Pertama, Turki adalah pemain inti di Idlib baik secara politik dan militer. Suriah bahkan Rusia akan berhati-hati untuk berhadapan langsung dengan Turki setelah kerugian besar Suriah berupa kehilangan 3000 lebih tentara dan milisi syiah dan peralatan militer lainnya.

Kedua, Perundingan Erdogan dan Putin masih menyisakan ketidakpastian terkait penafsiran jalur aman bebas senjata M4 dan M5 dilapangan, dan akan terus dirundingkan sepekan kedepan.

Ketiga, hasil paling penting untuk semuanya dari perundingan Erdogan dan Putin adalah mengembalikan Idlib sebagai wilayah aman, serta mengembalikan ribuan pengungsi Suriah yang berada di perbatasan Turki/Suriah ke Idlib dibawah kontrol 15.000 tentara Turki di Idlib.

Keempat, dalam pertemuan di Moskow, Erdogan menegaskan kepada Putin bahwa rakyat Suriah yang berada di Idlib bukanlah teroris. Rezim Suriahlah yang meneror mereka.

Kelima, gencatan senjata akan memberikan kesempatan kepada Iran untuk kembali menambah bantuan persenjataan dan milisi Syi’ah untuk rezim Basyar al-Asad. Namun Turki menegaskan, setiap serangan terhadap tentara Turki, tentara revolusi dan rakyat sipil di Idlib akan dibalas dengan serangan balasan yang lebih mematikan.

Keenam, dari perundingan Moskow yang tidak melibatkan Assad juga menegaskan bahwa Turki masih menolak untuk mengakui legitimasi Basyar al-Assad dan menganggapnya sebagai penjahat perang dan penguasa Suriah haruslah dipilih secara demokratis.

Oleh: Taufik M Yusuf Njong, mahasiswa International University of Africa, Sudan

Leave a Response

error: Content is protected !!