Sunday, April 5, 2020
Eropa

6 tahun pencaplokan Rusia atas Krimea, Turki tegaskan tidak sah

TURKINESIA.NET – ANKARA. Bertepatan dengan peringatan 6 tahun pencaplokan Krimea secara ilegal, Turki menegaskan kembali integritas teritorial Republik Otonomi Krimea, Senin.

“Turki dan komunitas internasional tidak mengakui aneksasi ilegal Republik Otonomi Krimea Ukraina oleh Federasi Rusia, yang didasarkan pada referendum tidak sah yang diadakan enam tahun lalu,” kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.

Kementerian mengatakan bahwa kesejahteraan dan keamanan Tatar Krimea merupakan prioritas bagi Ankara.

“Ini terus menjadi prioritas bagi Turki bahwa Tatar Krimea, sebagai warga konstituen Krimea, terus hidup dalam kesejahteraan dan keamanan di tanah air mereka yang bersejarah, melindungi identitas budaya mereka dan penderitaan mereka akibat pendudukan harus diakhiri,” tambah pernyataan itu.

Rusia mencaplok semenanjung Krimea dari Ukraina setelah referendum kemerdekaan diadakan pada 2014, menyusul penggulingan Presiden Ukraina Viktor Yanukovych sebagai hasil dari unjuk rasa pro Uni Eropa di ibukota Kiev. Majelis Umum PBB kemudian memilih untuk menyatakan tindakan Rusia itu ilegal. Seiring dengan mayoritas negara anggota  PBB. Turki juga membantah pengakuan Krimea sebagai wilayah Rusia.

Tatar Krimea adalah komunitas Muslim asli ke semenanjung Laut Hitam. Di bawah pemerintahan Joseph Stalin, banyak anggota Tatar Krimea dikirim ke pengasingan di Uzbekistan dan Ural. Mereka hanya kembali ke tanah airnya sekitar waktu jatuhnya Uni Soviet.

Mayoritas Tatar Krimea menentang pencaplokan Moskow atas semenanjung itu pada tahun 2014. Akibatnya, pihak berwenang Rusia telah menindak komunitas itu, mencabut hak mereka untuk berkumpul dan mengambil alih saluran televisi berbahasa Tatar, serta menahan dan memenjarakan puluhan orang aktivis.

Sumber: Anadolu Agency/Daily Sabah

Leave a Response

error: Content is protected !!