Sunday, May 31, 2020
Turki

Turki terus evakuasi warga dari luar negeri di tengah pandemi Covid-19

TURKINESIA.NET – SAKARYA/BOLU, NIGDE. Sebanyak 571 warga negara Turki ditempatkan dalam karantina selama 14 hari pada Kamis setelah dibawa pulang dari luar negeri di tengah penyebaran virus korona (Covid-19).

Sebuah kapal ro-ro membawa 25 supir truk dari Ukraina ke Pelabuhan Karasu di Provinsi Sakarya. Mereka dipindahkan ke asrama di provinsi itu setelah melaui pemeriksaan kesehatan pertama.

Warga yang dievakuasi dipindahkan ke kamar satu per satu setelah pemeriksaan kesehatan kedua untuk diawasi selama 14 hari.

Secara terpisah, 232 orang juga terbang ke Turki dari Uzbekistan. Kelompok pengusaha, mahasiswa dan keluarga mereka kemudian diantar ke Distrik Hendek Sakarya menggunakan bus.

Mereka ditempatkan di asrama lain setelah menjalani pemeriksaan medis.

Sosiolog dan psikolog dari Kementerian Keluarga, Perburuhan dan Layanan Sosial akan memberikan dukungan psikologis kepada pengemudi truk selama masa karantina mereka.

Sebelumnya, 1.134 orang menjalani pemeriksaan kesehatan dan ditempatkan di asrama sebagai bagian dari tindakan penanggulangan virus korona.

Sementara itu, 168 penumpang lainnya dipindahkan ke asrama di Provinsi Bolu.

Warga yang datang ke Istanbul dari Ukraina, Kazakhstan, Bulgaria dan Moldova dibawa ke kota dengan bus untuk mengikuti pemeriksaan medis.

Sebagai bagian dari tindakan pencegahan Covid-19, 39 warga dari Yunani, 10 dari Kolombia, 23 dari Swedia dan 138 dari Prancis dibawa ke provinsi itu.

Sementara itu, 170 siswa dan 14 pengemudi truk lainnya dibawa ke Turki dari Republik Turki Siprus Utara (TRNC).

Warga yang dibawa ke Provinsi Mersin dengan kapal, kemudian dipindahkan ke asrama di provinsi Nigde.

Sebanyak 130 warga lainnya yang dibawa dari Kazakhstan dipindahkan ke asrama di Bolu setelah pemeriksaan medis.

Setelah muncul di Wuhan, China, Desember lalu, Covid-19 telah menyebar ke setidaknya 175 negara dan wilayah.

Jumlah kasus yang dikonfirmasi di seluruh dunia kini telah melampaui 532.000 sementara jumlah kematian telah melewati 24.000 dan lebih dari 122.000 telah pulih, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins di Amerika Serikat.

Meskipun jumlah kasus meningkat, sebagian besar dari mereka yang terinfeksi oleh virus menderita gejala ringan dan berhasil sembuh.

Sumber: Anadolu Agency Indonesia

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x