Wednesday, May 27, 2020
Eroparekomendasi

Sekjen NATO puji bantuan medis Turki untuk Italia dan Spanyol

TURKINESIA.NET – BRUSSEL. Sekretaris jenderal NATO pada hari Rabu memuji Turki atas kiriman bantuan medis ke Italia dan Spanyol, dua negara yang terparah terkena pandemi virus corona di Eropa.

“#NATO solidaritas dalam aksi: Turki mengirim pesawat kargo dengan pasokan medis ke Italia & Spanyol hari ini untuk mendukung perjuangan kita bersama melawan #COVID19,” kata Jens Stoltenberg di Twitter.

“Bangga melihat Sekutu NATO saling mendukung satu sama lain melalui pusat bantuan bencana kami. #StrongerTogether,” tambahnya.

Delegasi Italia di NATO juga mengucapkan terima kasih kepada Turki di Twitter.

“Mendukung aktivasi Pusat Koordinasi Respons Bencana Euro-Atlantik Italia, hari ini sekutu kami Turki akan mengirimkan peralatan medis penting ke Italia. Sangat berterima kasih kepada teman-teman Turki kami atas solidaritas mereka!” kata delegasi tersebut.

Delegasi Spanyol untuk NATO juga menyatakan terima kasih untuk Turki melalui akun Twitter resmi mereka.

“Setelah permintaan Spanyol ke EADRCC NATO, sebuah pasokan baru untuk melawan Covid-19 tiba dari sekutu kami Turki,” katanya.

Sebuah pesawat militer Turki yang membawa bantuan medis berangkat dari ibu kota Ankara pada hari Rabu ke Italia dan Spanyol, negara-negara yang paling terpukul di Eropa oleh virus corona baru.

“Atas instruksi Presiden [Recep Tayyip Erdogan], pasokan kesehatan yang terdiri dari masker, pakaian kerja dan cairan anti-bakteri, diproduksi di dalam negeri di pabrik-pabrik Kementerian Pertahanan dan fasilitas menjahit dengan sumber daya lokal, akan dikirim dengan pesawat TAF ke Italia dan Spanyol untuk memerangi COVID-19,” kata Kementerian Pertahanan Turki di Twitter.

Korban tewas Italia mencapai 12.428 pada hari Selasa, tertinggi di dunia. Spanyol telah melaporkan 8.189 kematian sejauh ini.

Setelah berasal dari Wuhan Desember lalu, virus tersebut telah menyebar ke setidaknya 180 negara dan wilayah di seluruh dunia, dengan pusatnya bergeser ke Eropa, sementara China sebagian besar telah keluar dari krisis.

Virus ini telah menewaskan lebih dari 42.300 orang dan menginfeksi lebih dari 861.000 secara global, sementara sekitar 178.700 orang pulih dari penyakit ini, menurut angka yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University yang berbasis di AS.

 

Sumber: Anadolu Agency English

 

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x