Tuesday, September 29, 2020
rekomendasiTimur Tengah

Turki: Tiada keraguan, UEA biang kerok kekacauan di Timur Tengah

TURKINESIA.NET – ANKARA. Turki pada hari Selasa mendakwa Uni Emirat Arab membawa kekacauan ke Timur Tengah melalui intervensi di Libya dan Yaman.

Menteri Luar Negeri Mevlüt Çavuşoğlu menanggapi kritik terhadap peran Turki dalam konflik Libya, di mana pihaknya telah mengerahkan personil militer untuk mendukung pemerintah sah yang diakui secara internasional di Tripoli.

Uni Emirat Arab dan Mesir yang mendukung pasukan Jenderal Khalifa Haftar yang berusaha menyerbu ibukota Libya, mengeluarkan pernyataan bersama dengan Yunani, pemerintah Siprus Yunani dan Prancis pada hari Senin mengutuk “campur tangan militer Turki di Libya”.

Çavuşoğlu mengatakan dalam wawancara yang disiarkan televisi bahwa Uni Emirat Arab, bersama dengan Mesir dan negara-negara lain yang tidak dia sebutkan, “berusaha untuk membuat seluruh wilayah tidak stabil”, tetapi Cavusoglu mengkhususkan Abu Dhabi atas kritikan tertentu.

“Jika Anda bertanya siapa yang membuat kerusuhan wilayah ini, siapa yang membawa kekacauan, maka kami akan mengatakan Abu Dhabi tanpa ragu-ragu,” katanya.

“Adalah kenyataan bahwa mereka adalah kekuatan yang telah meresahkan Libya dan menghancurkan Yaman.”

Hubungan antara Turki dan Uni Emirat Arab telah tegang karena dukungan Ankara untuk Qatar setelah empat negara Arab termasuk UEA menjatuhkan sanksi terhadap Doha pada 2017.

Di Libya, UEA meminta semua pihak bulan lalu untuk berkomitmen pada proses politik yang diawasi oleh PBB untuk mengakhiri perang, padahal PBB mengatakan pihak UEA sendiri telah memasok pesawat terbang dan kendaraan militer ke Haftar.

Uni Emirat Arab juga merupakan kekuatan utama dalam aliansi yang melakukan intervensi di Yaman lima tahun lalu terhadap gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran. UAE mengurangi kehadirannya di Yaman tahun lalu tetapi tetap menjadi anggota aliansi teluk itu.

Çavuşoğlu juga mendakwa UEA mendukung gerilyawan Al Shabab di Somalia, tempat Turki memiliki pangkalan militer dan melatih pasukan Somalia.

Komentar Cavusoglu disampaikan setelah kementerian luar negeri di Ankara pada hari Senin mengutuk pernyataan bersama oleh lima negara, termasuk Perancis, yang dia tuduh “berusaha menjadi pelindung poros kejahatan ini.”

 

Serangan terhadap misi diplomatik Turki oleh Haftar di Libya akan direspon

Dalam pernyataan lain, juru bicara partai berkuasa di Turki memperingatkan Haftar bahwa setiap serangan terhadap misi Turki di Libya oleh pasukannya akan mendapat balasan militer.

“Kami jelas mengatakan bahwa, jika misi kami di Libya diserang dengan cara apa pun, kami akan melihat pasukan Haftar sebagai target yang sah,” Ömer Çelik, juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK), mengatakan kepada wartawan di tengah pertemuan telekonferen.

Pada hari Minggu, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan bahwa serangan Haftar yang menargetkan misi diplomatik, termasuk Kedutaan Besar Turki di ibukota Tripoli, Bandara Mitiga, pesawat terbang sipil yang bersiap lepas landas, dan infrastruktur sipil lainnya, merupakan kejahatan perang.

Haftar, pemimpin pasukan bersenjata ilegal yang telah menguasai   Libya timur, sejak awal Mei mengintensifkan serangan terhadap warga sipil, meskipun tentara Libya baru-baru ini mendapatkan kemajuan dan menimbulkan kerugian besar pada kelompok-kelompok militannya.

Pemerintah Libya telah diserang oleh pasukan Haftar sejak April 2019, dengan lebih dari 1.000 tewas dalam kekerasan. Pemerintah melancarkan Operasi Peace Storm pada 26 Maret untuk melawan serangan terhadap ibukota.

Menyusul penggulingan mendiang penguasa Muammar Gaddafi pada 2011, pemerintah Libya didirikan pada 2015 di bawah kesepakatan politik yang diakui oleh PBB.

Sumber: Daily Sabah

3.7 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Turki: Tiada keraguan, UEA biang kerok kekacauan di Timur Tengah […]

error: Content is protected !!
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x