Wednesday, May 27, 2020
KolomTerpopuler

Hubungan rumit Erdogan dan Putin

TURKINESIA.NET – KOLOM. Sebagian orang mungkin bingung kenapa Erdogan tidak galak sama Putin. Tidak galaknya Erdogan sama Putin lalu dijadikan alasan sebagian orang yang menuduh Erdogan terlalu Moskow minded.

Untuk memahami hal ini kita harus tahu dulu posisi mereka berdua dalam status geopolitik internasional.

Erdogan dan Putin adalah dua tokoh kunci dalam stabilitas kawasan khususnya yang berhubungan dengan timur tengah & Proxy Iran secara khusus. Erdogan dan Putin adalah tokoh kunci dalam banyak konflik yang sedang panas di beberapa spot di bumi ini. Antara lain suriah, Libya dan kawasan teluk.

Erdogan bukan tidak tegas sama Putin, tapi Erdogan tahu bahwa Putin bukan tokoh kelas tiga atau presiden negara ketiga. Berbicara dengan Putin butuh cara cara khusus agar misi Erdogan tetap tercapai.

Berbeda saat Erdogan berurusan dengan pemimpin Mesir Assisi atau pemimpin UAE Ben Zayed. Erdogan sangat tegas dan tanpa tedeng aling aling. Bahkan Erdogan sangat tegas kepada Pemimpin Jerman dan Prancis.

Sangat berbeda juga saat Erdogan berurusan dengan pemimpin Saudi MBS dalam kasus pembunuhan Khasoghi juga dengan Assad soal HAM sipil di Suriah, Ini hanya soal cara berdiplomasi.

Erdogan tahu cara memperlakukan lawan-lawannya. Sedangkan Putin bagi Erdogan adalah partner strategis yang layak didudukkan pada tempatnya.

Putin bukan tipikal pemimpin yang lahir dari kemenangan dadakan di kotak suara. Putin dalam jajak pendapat dunia, adalah pemimpin dunia paling powerfull pengaruhnya melebihi presiden AS.

Pengaruh Putin yang begitu kuat dengan kharisma yang tinggi tentu tidak layak diperlakukan sama dengan para boneka-boneka barat di berbagai negara.

Erdogan menjalin hubungan dengan prinsip saling menguntungkan dengan Rusia. Dimana keuntungan Turki lebih banyak daripada keuntungan Rusia dalam hubungan kedua negara ini.

Putin adalah sosok yang sangat disegani oleh negara negara adidaya termasuk AS, China, India sampai Eropa. Erdogan paham betul posisi strategis Putin.

Sebaliknya, Putin juga tau posisi Erdogan yang sangat strategis dan kuat. Saya lihat Putin dan Erdogan sama sama mengedepankan hormat dan respek yang tinggi satu sama lain dalam berbagai urusan.

Walaupun Erdogan menghormati Putin, tapi kalau sudah berkaitan dengan kepentingan nasional Turki, Erdogan tidak segan juga melawan Putin.

Kasus perang Suriah tiga bulan lalu sebagai bukti nyata Erdogan tidak bisa digertak Putin. Sebelum perang dimulai yang menewaskan 3300 tentara assad tersebut, kabarnya Putin sempat menelpon Erdogan dan meminta operasi militer Turki di Idlib dan sekitarnya tidak dilakukan setelah 34 tentara Turki tewas dirudal tentara Assad.

Erdogan tetap melaksanakn operasi militer besar itu.

Sebaliknya, walaupun Putin menghormati Erdogan, namun jika sudah berkaitan dengan kepentingan nasional Rusia, Putin juga berkali kali berseberangan dan melawan Erdogan.

Dua pemimpin ini sama sama punya karakter yang kuat tanpa bisa didikte. Hubungan pasang surut keduanya juga dalam konteks menjaga wibawa masing masing dan konteks menjalankan tugas menjaga rakyat mereka masing masing.

Walaupun hubungan mereka sering pasang surut, tapi bisa dikatakan lebih banyak “mesra” ketimbang marahannya.

Dalam kasus blokade Qatar oleh Arab Saudi dkk misalkan, Turki memanfaatkan posisi Putin untuk ikut memback up Qatar. Posisi ini sukses membuat musuh Qatar mikir panjang.

Dalam kasus pembelian sistem senjata canggih Rusia S-400 oleh Turki misalkan, Turki sukses menaikkan posisi tawarnya di depan negara negara NATO dkk.

Dalam kasus dikeluarkannya Turki dari joint proyek F35 bersama AS-NATO misalkan, Turki justru dapat keuntungan dengan menandatangani proyek pembuatan Sukhoi bersama Rusia plus reverse engineeringnya.

Dalam kasus perang Suriah dimana Putin memback up Assad misalkan, Erdogan tahu bahwa Putin di suriah karena histori panjang hubungan kedua negara tersebut dengan total nilai aset Rusia-Suriah yang fantastis sejak lama. bahkan sejak Erdogan belum memimpin Turki.

Erdogan mencoba berpikir rasional soal hadirnya Rusia di suriah, dengan tetap tidak sedikitpun melonggarkan setiap kejahatan assad terhadap sipil.

Dalam perang Libya, Rusia diketahui menjadi salah satu pendukung Haftar yang sangat kokoh bahkan saat Turki belum masuk ke Libya (Turki masuk ke Libya Nov 2019).

Tapi perlu diketahui, bahwa Rusia tidak langsung masuk ke Libya lewat kementerian pertahanannya, tapi Rusia masuk Libya lewat pihak ke 3 perusahaan swasta Wagner Grup.

Sedangkan Turki adalah satu satunya negara sah secara hukum internasional yang masuk ke Libya dibawah rezim sah GNA.

Turki masuk secara resmi lewat kementerian pertahahanan dan lewat voting DPR. Beda dengan Rusia yang masuk Libya lewat jalur gelap.

Jalur gelap yang ditempuh Rusia di Libya justru menguntungkan posisi Turki, oleh karena itu Erdogan pura pura gak tau tapi tentara Putin di wagner Grup terus dihajar tentara Turki di lapangan.

Putin tahu Erdogan cerdik, Erdogan pasti akan menindak tegas semua pendukung Haftar tak terkecuali orang orangnya Putin. Karena Erdogan tahu, orang orang yang lewat ruang gelap gak akan bisa protes ke dunia internasional saat dia kena hajar di lapangan.

Oleh sebab itu, Erdogan tidak pernah menyerang Putin soal keterlibatan Putin di Libya lewat pihak ke 3 tadi lewat kata kata.

Beda dengan Mesir, Emirat, Prancis dkk yang masuk Libya langsung lewat retorika pemimpin negara masing masing. Maka ini memudahkan Erdogan melawan mereka lewat jalur diplomasi resmi.

Erdogan tahu Putin juga cerdik, Putin sengaja masuk ke libya lewat tangan ke 3 agar memudahkan Rusia membantu dengan leluasa tanpa harus bentrok dengan musuh bebuyutan utamanya AS.

Kedua pemimpin negara ini sama sama cerdik dan sama sama mampu bermanuver hebat di tengah banyak sorotan dunia internasional.

Keduanya sama sama paham harus berbuat apa dalam kondisi tertentu, baik kondisi normal atu kondisi genting.

Sayangnya, Putin di Libya kali ini salah perhitungan. Tangan Putin lewat Pihak ke 3 di libya saat ini justru jadi bulan bulanan Turki, seperti serangan kemarin malam yang menargetkan wagner grup.

Erdogan diam saja padahal Erdogan tahu bahwa Putin sedang marah besar ke Turki karena ada 7 tentara Putin yang tewas disana bersama tentara Haftar.

Hubungan yang rumit antara dua orang yang sama kuat, dua orang berprinsip, dua orang dengan intergritas dan wibawa tingkat tinggi dalam mengelola negara.

Tengku Zulkifli Usman.

Analis GeoPolitik Dunia Islam Internasional

 

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Kosasih
11 days ago

Top

Roz
Roz
11 days ago

Kata kata yg Tak bisa berbuat berkata kata

error: Content is protected !!
2
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x