Tuesday, May 26, 2020
Eropa

Warga Tatar Krimea di Ukraina pengingati peristiwa pengusiran oleh rezim Soviet

TURKINESIA.NET – KIEV. Warga Tatar Krimea tidak akan terjebak dalam keputusasaan, hilang harapan dan belum menyerah, kata seorang pejabat Senin.

Pemimpin Tatar Krimea Mustafa Abdulcemil Kirimoglu, yang juga seorang wakil di parlemen Ukraina, berbicara untuk mengenang 18 Mei sebagai hari peringatan bagi para korban genosida terhadap Tatar Krimea. Acara tersebut diikuti oleh banyak warga Tatar Crimea di seluruh dunia melalui pertemuan yang diadakan secara telekonferen.

“Saya yakin bahwa Tatar akan menyingkirkan penjajah dan akan menjadi Republik Tatar Krimea,” kata Kirimoglu.

“Tujuan utama pengasingan adalah untuk menghancurkan orang Tatar Krimea sebagai bangsa dan menjadikan Krimea bagian dari dunia Rusia,” katanya. Ia menekankan bahwa itu adalah kejahatan terhadap orang Tatar.

Dia menunjukkan bahwa Tatar telah berjuang melawan rezim Soviet untuk kembali ke tanah air mereka. Ia juga mengingat invasi Rusia ke semenanjung Krimea pada tahun 2014.

Refat Chubarov, presiden Majelis Nasional Tatar Krimea, juga menunjukkan pentingnya pertemuan mereka.

“Tatar yang hidup di Krimea tidak bisa menghadiri pertemuan karena adanya penjajah. Tapi ketahuilah bahwa gagasan mereka sama dengan kita.”

Dalam sebuah postingan di Twitter, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan: “Kami percaya bahwa suatu hari, Krimea akan kembali ke Ukraina. Tatar Krimea dan Ukraina akan kembali ke rumah mereka, berkumpul di meja yang sama untuk mengatakan bersama ‘Demi kebebasan Anda dan kami.’

Pada 18 Mei 1944, puluhan ribu Tatar Krimea dideportasi ke Asia Tengah oleh rezim Joseph Stalin Soviet, yang menuduh mereka berkolaborasi dengan pendudukan pasukan Nazi.

Mereka dideportasi ke berbagai wilayah di Soviet, khususnya Siberia dan Uzbekistan. Hampir setengah dari orang-orang buangan diperkirakan meninggal karena kelaparan dan penyakit karena mengalami kondisi hidup yang mengerikan selama berbulan-bulan.

Pengasingan berlanjut sampai 1987 hingga pemerintah Soviet mengizinkan 2.300 Tatar Krimea untuk kembali ke tanah air mereka, diikuti oleh 19.300 orang lainnya pada tahun 1988.

Sumber: Anadolu Agency English

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x