Thursday, July 9, 2020
Afrika

Tentara bayaran Rusia dievakuasi dari Libya setelah dihajar GNA dan Turki

TURKINESIA.NET – TRIPOLI. Tentara bayaran Rusia di Libya diterbangkan keluar dari sebuah kota di selatan Tripoli setelah mundur dari garis depan di ibukota, sebagaimana laporan yang diterima Reuters dari seorang walikota setempat.

Keluarnya tentara bayaran Rusia merupakan pukulan lain bagi pihak pemberontak Tentara Nasional Libya (LNA) di bawah komando Khalifa Haftar dan sekutu-sekutunya di luar negeri.

Pasukan Haftar, yang didukung oleh Rusia, Mesir, dan Uni Emirat Arab, telah berusaha merebut ibukota selama 13 bulan, tetapi mengalami serangkaian kekalahan dalam beberapa pekan terakhir dalam pertempuran melawan pasukan pemerintah Tripoli yang didukung Turki.

Dalam dua hari terakhir, pasukan LNA telah mundur dari beberapa posisi di Tripoli. Pasukan yang bersekutu dengan pemerintah yang diakui secara internasional memasuki kembali beberapa area tersebut.

Libya tanpa kendali pemerintah pusat selama sembilan tahun dan sejak 2014 telah terbagi antara dua kekuasaan yang bersaing di timur dan barat. Konflik telah berubah menjadi perang proksi antara sekutu asing kedua belah pihak.

Tentara bayaran Rusia yang bersekutu dengan LNA mundur dengan peralatan berat mereka dari ibukota ke bandara Bani Walid, sebuah kota sekitar 150 km (93 mil) tenggara Tripoli, kata Salem Alaywan, walikota Bani Walid.

Dia mengatakan kepada Reuters bahwa pasukan Rusia kini telah diterbangkan dari Libya barat ke Jufra, sebuah distrik pusat terpencil dan markas LNA.

“Mereka (Rusia) diterbangkan dengan tiga pesawat militer ke Jufra dan kendaraan militer mereka dibawa ke sana,” katanya.

Kehadiran tentara bayaran Rusia telah banyak didokumentasikan oleh para diplomat dan jurnalis. Gambar yang konon menunjukkan orang Rusia, beberapa duduk di truk, di Bani Walid diposting di media sosial.

Pemerintah Tripoli yang dikenal sebagai GNA, dengan bantuan Turki telah membuat langkah kejutan dengan merebut serangkaian kota dari LNA, menguasai pangkalan udara Watiya yang secara strategis dan menghancurkan beberapa sistem pertahanan udara buatan Rusia.

“Mundurnya tentara bayaran (Rusia) dari daerah Tripoli yang lebih besar adalah peristiwa yang sangat berarti karena membuat LNA kehilangan pasukan tempur asing yang paling efektif dan paling lengkap di front kunci itu,” kata Jalel Harchaoui, peneliti di Clingendael Institute.

GNA telah mengerahkan pejuang Suriah yang bersekutu dengan Turki, sementara Haftar juga menggunakan orang Sudan. LNA masih memegang kota Tarhouna di selatan Tripoli dengan bantuan kelompok bersenjata setempat.

Sumber: Reuters

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x