Wednesday, August 12, 2020
Eropa

Yunani ancam siap perang dengan Turki, begini respon Erdogan

TURKINESIA.NET – ANKARA. Erdogan mengkritik pernyataan Yunani baru-baru ini terhadap negaranya tentang status Museum Hagia Sophia di Istanbul .

Dia berkata: “Yunani membuat pernyataan kosong, apakah ini cara Anda mengatasi negara kami? Jika Athena tidak mematuhi perbatasannya, maka diketahui apa yang akan dilakukan Turki.”

Dia melanjutkan: “Mereka mengatakan jangan mengubah Museum Hagia Sophia menjadi masjid, apakah Anda yang mengatur Turki atau kami?”

Kementerian Luar Negeri Yunani sebelumnya memprotes pembacaan Surat Al-Fath di Museum Hagia Sophia pada hari peringatan penaklukan Istanbul, dan mengklaim bahwa langkah ini dianggap melukai perasaan dunia Kristen.

Menteri Pertahanan Yunani Nikos Panagiotopoulos juga mengatakan dalam pernyataan sebelumnya bahwa negaranya “siap berperang dengan Turki untuk membela kepentingannya.”

Menteri Pertahanan Yunani Nikos Panagiotopoulos telah mengkonfirmasi bahwa negaranya siap untuk semua kemungkinan, termasuk konfrontasi militer dengan Turki jika terus memprovokasi Athena, kantor berita melaporkan pada hari Jumat.

Dalam sebuah wawancara televisi, Panagiotopoulos mengungkapkan bahwa kementeriannya mencatat peningkatan provokasi Turki.

“Perilaku Turki telah sangat agresif dalam periode terakhir,” menurut Panagiotopoulos, “Saya percaya bahwa satu-satunya cara bagi Yunani untuk menangani perilaku ini, yang pada umumnya agresif, adalah di satu sisi untuk menghabiskan semua pilihan diplomatiknya, dan di sisi lain untuk memastikan peningkatan pencegahan militer kita.”

Ketika ditanya apakah Yunani siap untuk konfrontasi militer dengan Turki, Panagiotopoulos menjawab: “Tepat sekali”.

“Kami siap untuk skenario apa pun. Di antaranya adalah intervensi militer. Kami tidak ingin pergi ke sana, tetapi kami ingin menjelaskan bahwa kami akan melakukan apa pun untuk mempertahankan hak-hak kedaulatan kami semaksimal mungkin.”

Beberapa hari yang lalu, surat kabar pemerintah Turki menerbitkan permintaan perusahaan minyak negara Turki untuk mendapatkan lisensi guna mengeksplorasi minyak dan gas di daerah dekat kepulauan Yunani.

Setelah ini, pada 3 Juni, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengirim surat ke Uni Eropa yang menyatakan bahwa ini akan menyebabkan krisis Turki-Eropa.

Pada hari Kamis, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan dalam konferensi pers bahwa Turki akan bersama-sama dengan pemerintah Libya mengeksplorasi dan mengembangkan ladang minyak dan gas di Mediterania.

Sumber: Daily Sabah Arabic/Middle East Monitor

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Ferifey
2 months ago

Masya allah.. Mudah2an islam mulai bangkit

error: Content is protected !!
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x