Wednesday, September 30, 2020
Ekonomi

Geser dominasi dolar, Turki mulai transaksi pakai mata uang yuan China

TURKINESIA.NET – ANKARA. Untuk pertama kalinya dalam sejarah ekonomi Turki, Bank Sentral Turki pada hari Jumat mengumumkan bahwa penggunaan pertama dana yuan China berdasarkan perjanjian swap yang ditandatangani dengan China telah direalisasikan pada hari Kamis.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh bank sentral, perusahaan Turki di berbagai sektor membayar tagihan impor mereka dari China menggunakan yuan melalui bank terkait.

“Perjanjian swap ini penting untuk memfasilitasi penggunaan mata uang lokal dalam pembayaran perdagangan internasional dan akses mudah perusahaan Turki ke likuiditas internasional,” kata pejabat bank sentral Turki.

Ini adalah langkah signifikan yang akan “semakin memperkuat kerja sama keuangan antara Turki dan China,” kata pernyataan itu.

Perjanjian pertukaran ditandatangani antara Bank Sentral Turki dan Bank Rakyat Tiongkok pada tahun 2019.

Di bawah kesepakatan itu, bank-bank komersial akan dapat memperluas jangkauan produk mereka sesuai dengan perdagangan internasional dan kegiatan keuangan dengan strategi berdasarkan perjanjian swap.

Swap adalah transaksi pertukaran dua valas melalui pembelian tunai dengan penjualan kembali secara berjangka, atau penjualan tunai dengan pembelian kembali secara berjangka. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kepastian kurs (kurs bersifat tetap selama kontrak), sehingga dapat menghindari kerugian selisih kurs.

Dikutip dari Reuters, pada bulan Mei lalu Bank Sentral Turki melakukan upaya untuk membangun kerja sama swap dengan bank sentral Inggris dan Jepang dan memperluas jalur swap yang telah dibangun dengan Qatar dan China.

 

Perusahaan raksasa telekomunikasi Turki transaksi dengan yuan

Perusahaan raksasa telekomunikasi Turki, Turk Telekom pada hari Jumat mengambil langkah pertama untuk perdagangan mata uang lokal melalui mekanisme baru yang disediakan oleh perjanjian pertukaran baru antara Turki dan China.

Perusahaan GSM menggunakan yuan China untuk pembayaran impor setelah perjanjian pertukaran yang menghilangkan hambatan untuk menggunakan mata uang lokal dalam perdagangan bilateral, bukan mata uang negara ketiga, kata Turk Telekom dalam siaran pers.

Umit Onal, CEO Turk Telekom, mengatakan penggunaan mata uang lokal untuk perdagangan internasional telah meningkat dari hari ke hari.

Sumber: Anadolu Agency English/Liputan6

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x