Tuesday, September 29, 2020
Politik

Ini komentar para menteri Turki terkait status baru Hagia Sophia

TURKINESIA.NET – ANKARA. Ketua parlemen Turki mengatakan pada hari Jumat bahwa Hagia Sophia berubah menjadi masjid mengakhiri kerinduan untuk satu generasi.

“Dengan keputusan Hagia Sophia, kerinduan di hati bangsa kita telah berakhir,” kata Mustafa Sentop kepada para wartawan di parlemen.

Sentop mengatakan bahwa Hagia Sophia berubah menjadi masjid adalah “mimpi dan pencapaian” bagi generasinya.

Pengadilan tinggi Turki pada hari Jumat membatalkan dekrit Kabinet 1934 yang mengubah Hagia Sophia di Istanbul menjadi museum, membuka jalan untuk digunakan kembali sebagai masjid setelah 85 tahun.

Pejabat Turki lainnya juga membagikan pesan mereka mengenai status baru Hagia Sophia.

“Hari ini adalah hari raya generasi yang menghabiskan malam dengan sujud di halaman Hagia Sophia untuk melindungi amanah Sultan Fatih yang menutup era dan membuka era baru,” kata Menteri Kehakiman Turki Abdulhamit Gul di Twitter.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki Mehmet Nuri Ersoy mengatakan di Twitter bahwa keputusan Dewan Negara menghapus hambatan untuk pembukaan kembali Masjid Hagia Sophia, menambahkan: “Masjid Hagia Sophia, warisan dunia, akan terus dilindungi dengan cermat.”

Ali Erbas, kepala Direktorat Urusan Agama Turki, mengatakan di Twitter: “Hagia Sophia bukan hanya tempat ibadah dalam hal signifikansinya. Ini adalah simbol dari iman, peradaban, moralitas, dan keadilan yang besar bagi umat Islam. Sekarang adalah tugas kita untuk bekerja dengan keyakinan, tekad, kegembiraan, dan pengabdian yang lebih besar untuk membuat makna dari masjid agung Hagia Sophia menang di seluruh dunia. ”

Direktur Komunikasi Turki Fahrettin Altun dan juru bicara kepresidenan Ibrahim Kalin di Twitter berbagi pesan dukungan mereka juga untuk keputusan mengenai status baru Hagia Sophia.

Di bawah Kekaisaran Bizantium, Hagia Sophia telah digunakan sebagai gereja selama 916 tahun. Pada tahun 1453, setelah Kekaisaran Ottoman menaklukkan Istanbul, bangunan ini dirubah menjadi masjid oleh Sultan Mehmet II.

Hagia Sophia, sebuah kekayaan arsitektur dunia yang tak tertandingi, menjalani pekerjaan restorasi selama era Ottoman, termasuk penambahan menara untuk azan oleh arsitek terkenal Mimar Sinan. Di bawah Republik Turki, itu menjadi museum pada tahun 1935.

Dalam beberapa tahun terakhir para pemimpin Turki telah menyerukan penggunaannya sebagai masjid lagi dan izin untuk pembacaan Alquran di sana pada acara-acara khusus.

Sumber: Anadolu Agency English

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x