Tuesday, September 29, 2020
Toleransi

Erdogan balas kritikan barat atas Hagia Sophia: Tempat ibadah non-Muslim di Turki lebih banyak dari masjid di Eropa

TURKINESIA.NET – ANKARA. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa mengatakan bahwa jumlah gereja dan sinagog di Turki melebihi beberapa kali lipat jumlah masjid di Eropa.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pidato setelah dirinya memimpin pertemuan pemerintah di Kompleks kepresidenan di Ankara, di mana dia berjanji untuk mempertahankan status Warisan Budaya Dunia Hagia Sophia di Istanbul setelah dirubah menjadi masjid.

Erdogan menekankan bahwa pihak berwenang Turki yang mengubah Hagia Sophia menjadi museum dengan keputusan yang salah di masa lalu.

“Dan di sini kami membawanya kembali menjadi masjid lagi.” Kata Erdogan.

Dia menekankan pelestarian status Warisan Budaya Dunia Hagia Sophia dalam “cara yang sama seperti leluhur kami lakukan” sambil mengembalikannya ke posisi semula sebagai masjid.

Erdogan membalas kritikan Barat terhadap kebijakannya ini dengan menunjukkan bahwa tempat-tempat ibadah untuk non-Muslim di Turki melebihi 4 atau 5 kali jumlah masjid di Eropa.

Dia menjelaskan bahwa untuk setiap 460 orang non-Muslim di Turki ada satu tempat ibadah, dibandingkan dengan satu masjid untuk setiap 2.000 Muslim di Eropa.

Pada lebih dari satu kesempatan, Presiden Turki menekankan bahwa keputusan untuk membuka kembali Masjid Hagia Sophia di Istanbul untuk tempat ibadah adalah masalah internal dan negara-negara lain harus menghormatinya.

Pada hari Jumat, Mahkamah Agung Tata Usaha Turki membatalkan keputusan Kabinet 24 November 1934 yang menjadikan Hagia Sophia dari masjid ke museum.

Pada hari Minggu, kepala urusan agama Turki Ali Erbas mengumumkan selama kunjungannya ke Hagia Sophia, bahwa shalat lima waktu akan diadakan setiap hari di masjid secara teratur, mulai dari hari Jumat, 24 Juli.

Hagia Sophia adalah monumen artistik dan arsitektur yang unik, terletak di daerah Sultanahmet Istanbul dan digunakan selama 481 tahun sebagai masjid, kemudian berubah menjadi museum pada tahun 1934.

Sumber: TRT Arabi

4 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x