Thursday, November 26, 2020
Indonesia-Turki

Syekh Ali Jaber kagumi Erdogan, yakini Indonesia akan lahir pemimpin adil dan hafidz Al-Qur’an

TURKINESIA.NET – JAKARTA. Peristiwa percobaan pembunuhan terhadap ulama asal Madinah yang kini menjadi warga negara Indonesia, Syekh Ali Jaber menggegerkan Indonesia. Beliau diserang dengan sebilah pisau oleh seorang pemuda bernama Alpian Adrian saat sedang mengisi kajian di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, Minggu (13/9) sore. Untungnya beliau berhasil menghindar sehingga tusukan tersebut hanya mengenai bagian lengannya.

Netizen bertanya-tanya mengenai motif di balik aksi nekad pelaku terhadap ulama yang terkenal sangat santun dan lembut itu. Beberapa video ceramah lama Syekh Ali Jaber pun kembali beredar luas di sosial media, bahkan ada netizen yang menghubung-hubungkan kebencian sebagian orang terhadap beliau karena ceramahnya yang memuji Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan harapannya menjadikan Indonesia sebagai negeri Al-Qur’an yang kelak melahirkan pemimpin adil sekaligus hafiz Al-Qur’an.

Dalam sebuah acara bersama para artis Hijrah Fest, Syekh Ali Jaber mengutarakan kekagumannya pada sosok Presiden Turki, Erdogan. “Saya memiliki harapan yang sangat tinggi, insya Allah Indonesia, sepanjang apapun kegelapan, sepanjang apapun kezaliman, sepanjang apapun kehilangan keadilan, insya Allah akan datang suatu saat terbitnya matahari adil dan insya Allah Indonesia akan menjadi negara Al-Qur’an.” Kata Syekh Ali Jaber.

“Saya bisa meyakinkan itu, karena saya pernah merasakan bagaimana di Turki. Turki negara sekuler yang ratusan tahun serangi Islam, ratusan tahun mengabaikan Islam (menurut kami, lebih tepatnya puluhan tahun karena sekulerisme di Turki baru berlangsung puluhan tahun), tidak boleh kumandangkan azan dalam bahasa Arab, tidak boleh ada rumah tahfiz, tidak boleh ada pasantren, tidak boleh belajar agama, tidak boleh diizinkan anak-anak kita belajar Al-Qur’an, semua dilarang dengan keras, bahkan terancam orang-orang yang melanggar aturan itu… Allah lahirkan seorang presiden yang bisa membaca Al-Qur’an, coba buka di Youtube, bacaan Erdogan bagaimana. Itu dilahirkan dari negara sekuler.” lanjut Syekh yang bernama lengkap Ali Saleh Mohammed Ali Jaber.

“Saya bisa meyakinkan insya Allah 1 juta penghafal Al-Qur’an, dan bapak ibu mudah-mudahan masih punya umur akan mendengar pengumuman besar. Imam besar shalat Idul Fitri dan Idul Adha sekaligus khatib adalah presiden republik Indonesia, penghafal Al-Qur’an. Itu yang saya yakini dan saya tidak pernah merasa lelah. Saya selalu berkata sama istri “kalau saya mati itu pun, karena saya bersama Al-Qur’an Wallahi jamaah sekalian, yang bersama Al-Qur’an tidak akan pernah merugi.” Ungkap ulama yang sudah menghafal 30 juz Al-Qur’an sejak usia 11 tahun ini.

Dalam sebuah video lainnya, Syekh Ali Jaber yang merupakan anak pertama dari 12 bersaudara asal Madinah ini lagi-lagi menyampaikan kekagumannya pada Erdogan saat meresmikan masjid Cambridge pada Desember 2019 di sela menghadiri pertemuan petinggi NATO.

Erdogan diundang ke masjid oleh penyanyi dan penulis lagu Yusuf Islam, yang sebelumnya dikenal sebagai Cat Stevens serta komunitas Muslim Inggris untuk meresmikan masjid yang merupakan ‘masjid ramah lingkungan’ pertama di Eropa.

Pendonor utama masjid ini adalah konsorsium lembaga pemerintah di Turki, bersama dengan perusahaan swasta Turki dan Dana Nasional Qatar.

“Ketika saya melihat sebuah video di Youtube, presiden Turki ke  negeri Inggris, ada kunjungan, setelah kunjungan, bertemu dengan Raja (Pangeran) Inggris, PM Inggris, dia mampir salah satu daerah yang banyak umat Islam, sekalian beliau meresmikan sebuah masjid termegah dan termewah di Inggris, di kota London.”

“Yang membuat saya bangga ketika peresmian masjid tersebut, diresmikan langsung oleh Presiden Turki, di tanah negeri Inggris, yang membaca tilawah Al-Qur’an di acara itu adalah Presiden Turki. Coba (bayangkan), meresmikan masjid, melantunkan Al-Qur’an di tanah negara Inggris. Kira-kira rakyat Turki ya, bangga tidak? tanya beliau pada jamaah disambut jawaban ‘bangga’ oleh para jamaah.

Ali Saleh Muhammad Ali Jaber ini lahir di Madinah Februari 1976. Ia anak pertama dari 12 bersaudara. Sejak kecil Syekh Ali Jaber telah menekuni membaca Al-Qur’an. Ayahnyalah yang awalnya memotivasi Ali Jaber untuk belajar Al-Qur’an. Keluarganya dikenal sebagai keluarga yang religius. Di Madinah ia memiliki masjid besar yang digunakan untuk syiar Islam. Sebagai anak pertama dari dua belas bersaudara, Ali Jaber dituntut untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam syiar Islam. Meski pada awalnya apa yang ia jalani adalah keinginan sang ayah, lama-kelamaan ia menyadari itu sebagai kebutuhannya sendiri dan pada usia sebelas tahun, ia telah hafal 30 juz Al-Qur’an. sejak usia 13 tahun, ia  diamanahkan menjadi imam masjid di salah  satu masjid di Kota Madinah.

Mengutip viva.co.id, ia mendapatkan pendidikan formal dari ibtidaiyah hingga aliyah di Madinah. Setelah lulus sekolah menengah, ia melanjutkan pendidikan khusus pendalaman Al-Qur’an kepada tokoh dan ulama ternama yang berada di Madinah dan luar Madinah, Arab Saudi.

Di antaranya Syekh Muhammad Husein Al Qari’ (Ketua Ulama Qira’at di Pakistan), Syekh Said Adam (Ketua Pengurus Makam Rasulullah), Syeikh Khalilul Rahman (Ulama Alquran di Madinah dan Ahli Qiraat), Syekh Khalil Abdurahman (seorang ulama ahlul Quran di Kota Madinah), Syeikh Abdul Bari’as Subaity (Imam Masjid Nabawi dan Masjidil Haram), Syeikh Prof. Dr. Abdul Azis Al Qari’ (Ketua Majelis Ulama Percetakan Al-Qur’an Madinah dan Imam Masjid Quba),  dan Syeikh Muhammad Ramadhan (Ketua Majelis Tahfidzul Qur’an di Masjid Nabawi).

Selama penggembelangan dirinya, ia juga rutin mengajar dan berkdakwah khususnya di tempat tinggalnya, yakni masjid tempat ayahnya mensyiarkan Islam dan Ilmu Al-Qur’an. Selama di Madinah ini, ia juga aktif sebagai guru hapalan Al-Qur’an di Masjid Nabawi dan menjadi imam shalat di salah satu masjid Kota Madinah.

Ia menikah dengan Umi Nadia, wanita Indonesia asal Lombok, NTB, dan dikaruniai seorang anak bernama Hasan. Pada tahun 2008, kala usia 32 tahun, Syekh Ali Jaber terbang ke Indonesia. Ia menuju ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), asal istrinya tinggal. Di sini ia menjadi guru tahfidz (hapalan) Qur’an, imam shalat, khatib di Masjid Agung Al- Muttaqin Cakranegara Lombok, NTB, Indonesia.

Kariernya berlanjut saat ia diminta menjadi imam shalat tarawih di Masjid Sudan Kelapa, Menteng, Jakarta. Selain itu, ia juga menjadi pembimbing tadarus Qur’an dan imam shalat Ied di Masid Sunda kelapa, Menteng, Jakarta ini.

Kehadiran Syekh Ali Jaber ternyata mendapat sambutan yang sangat baik oleh masyarakat Indonesia. Dakwahnya yang menyejukkan, penyampaiannya sangat rinci, dan berisi dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits. Ia mulai sering dipanggil keliling Indonesia untuk syiar Islam.

Ketulusannya berdakwah, ia mendapat penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada tahun 2011, ia menjadi Warga Negara Republik Indonesia. Sejak itu ia rutin mengisi acara Damai Indonesiaku di TvOne dan menjadi juri Hafizh Indonesia di RCTI.

Untuk menyiarkan Islam lebih efektif dan melahirkan para penghapal Al-Qur’an di Indonesia, seperti ditulis dalam situsnya, ia mendirikan Yayasan Syekh Ali Jaber berkantor di Jatinegara, Jakarta, dan ia sendiri tinggal di Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Karier Syekh Ali Jaber terus mengalir. Dia mulai tampil di berbagai program telivisi. Bahkan ia juga menjadi aktor dalam film Surga Menanti, pada tahun 2016. Film berkisah tentang Dafa (Syakir Daulay) remaja yang bercita-cita menjadi seorang Hafizh Qur’an.

Popularitas Syekh Jaber tak kalah dengan penceramah ternama Indonesia lainnya. Meski sudah tenar lewat media, ia tetap berendah hati. Ia masih berkeliling menjadi khatib Jumat di masjid-masjid kecil di pelosok kota dan daerah.

4.4 22 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
4 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Cristian Jolodong
Cristian Jolodong
2 months ago

Kemarin ada yg ngomong bahwa hafidz bibit radikal…….,

Tia
Tia
2 months ago

Jgn di balik-balik bang… jgn asal ngomong klo cm tau sedikit ttg islam.
Trus org nyerang Ali jaber itu apa namanya dibilang gak radikal? Itu sdh nyata bngt radikalnnya.

Org2 islam cm berdakwa, tp org2 kafir dan musyrik bgitu takut.

Teroris yg tembakin org sholat d masjid new zeeland, apa itu gak radikal namanya.

Org2 kafir itu pengecut, berarninya cm nyerang dr belakang. Kasian hidupmu penuh kebencian.

Last edited 2 months ago by Tia
Diman
Diman
1 month ago
Reply to  Tia

Mereka itu suka sekali lempar batu sembunyi tangan lalu cepat mencari kambing hitam..

Diman
Diman
1 month ago

Hanya dg di pinpin orang bertakwa dunia bakal sentosa..
Love syeh ali juber..

error: Content is protected !!
4
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x