Friday, January 22, 2021
Eropa

Turki tarik pulang kapal eksplorasi Oruç Reis dari Mediterania, ada apa?

TURKINESIA.NET – ANKARA. Menteri Luar Negeri Turki pada 14 September mengatakan kapal eksplorasi seismik yang beroperasi di Mediterania Timur ditarik pulang untuk mengisi pasokan dan perawatan.

Kapal penelitian seismik Turki, Oruç Reis, yang beroperasi di Mediterania timur, telah kembali ke rumah untuk mengisi persediaan dan untuk pemeliharaan dan penarikan mundur tersebut tidak berarti “konsesi” dalam kebijakan eksplorasi Turki di wilayah tersebut, kata Mevlüt Çavuşoğlu.

Turki terbuka untuk negosiasi dengan Yunani tanpa prasyarat untuk menyelesaikan perselisihan mengenai Mediterania timur, tetapi jika Athena bersikeras, maka Ankara akan melakukan hal yang sama, kata Cavusoglu.

“Kedua negara tetangga bisa bertemu langsung. Pernyataan yang dibuat oleh Perdana Menteri Yunani positif dan moderat. Tapi jika dia bersikeras pada prasyarat untuk duduk di meja bersama kami, kami akan mengedepankan prasyarat kami,” katanya kepada penyiar NTV.

Kondisi Turki bisa dibicarakan nanti, tetapi ketegangan antara Turki dan Yunani tidak akan berakhir kecuali Athena menyerah dari peta Seville dan menunjukkan rasa hormat pada landas kontinen, kata menteri.

“Yunani bisa melihatnya sebagai langkah mundur dalam menghadapi tekad kami,” katanya. “Ia menderita ketidakamanan negara kecil.”

Kementerian Energi Turki mengatakan dalam pernyataan terpisah bahwa setelah menjalani “pemeriksaan dan perawatan, kapal akan melanjutkan aktivitas pencarian dan penelitian seismiknya”.

Cavusoglu dan Kementerian Energi mengatakan kapal penelitian Barbaros Hayreddin yang saat ini berlayar ke timur Siprus dan kapal Yavuz di perairan barat daya Siprus akan melanjutkan misinya.

Menlu Turki juga menguraikan pertemuan Uni Eropa yang akan datang pada 24-25 September. Ia mengatakan dirinya tidak mengharapkan putaran baru sanksi terhadap Turki, tetapi yakin ada kemungkinan untuk itu.

Menanggapi seruan mediasi Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov tentang sengketa Siprus, Çavuşoğlu mengatakan mediasi Rusia hanya dapat terjadi antara Siprus Turki dan Siprus Yunani. Sedangkan Turki bukan lawan bicara untuk Siprus Yunani, katanya.

 

‘Turki tidak akan kompromi tentang hak di Mediterania Timur’

Menteri pertahanan Turki mengatakan pada 14 September bahwa Turki tidak akan “mengorbankan hak-haknya” di Mediterania Timur.

“Kami memiliki hak, perhatian, dan kepentingan di Mediterania Timur. Beberapa negara melakukan tindakan balasan dan (kami) mengambil tindakan terhadap mereka. Kami mengikuti tindakan mereka dengan penuh kesabaran,” kata Hulusi latihan militer Mediterranean Storm selama lima hari.

Menhan menekankan bahwa Turki akan dengan tegas terus melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi hak-haknya. Ia mengatakan bahwa tidak mungkin untuk mengorbankan dan menyerahkan hak di wilayah tersebut.

“Kami mendukung perdamaian, dialog, negosiasi, dan penyelesaian masalah dengan cara politik,” kata Akar, seraya menambahkan mereka tidak akan mengizinkan ketidakadilan terhadap hak-hak Turki dan Republik Turki Siprus Utara (TRNC).

 

‘Solusi damai di Mediterania Timur adalah mungkin’

Sementara itu, Juru Bicara Kepresidenan İbrahim Kalın menegaskan kembali posisi Turki bahwa penyelesaian sengketa secara damai di Mediterania Timur adalah mungkin.

“Pendekatan inklusif dan rasional berdasarkan keadilan akan berkontribusi secara konstruktif. Turki tidak memiliki desain di  wilayah siapa pun tetapi bertekad untuk tidak mengizinkan siapa pun bersikap tidak adil,” kata Kalin dalam cuitan di Twitter.

Kalın menggarisbawahi bahwa “sebagai aktor yang kuat, Turki akan selalu melindungi hak dan kepentingannya baik di atas meja maupun di lapangan di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdoğan.”

Ia juga mendesak Yunani dan negara-negara Uni Eropa untuk mengambil langkah bersama dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk diplomasi.

Ketegangan di kawasan itu telah meningkat sejak Turki melanjutkan eksplorasi energi di Mediterania Timur bulan lalu, setelah Yunani dan Mesir menandatangani kesepakatan pembatasan maritim yang kontroversial dan menolak isyarat niat baik Ankara untuk menghentikan misi kapal pencarian cadangan gas sebelumnya.

Meskipun mendapat penentangan dari Yunani dan beberapa negara lain, Turki telah berulang kali memperluas eksplorasi energi kapal penelitiannya Oruc Reis di suatu daerah di dalam landas kontinen Turki. Penelitian terakhir diumumkan pada 31 Agustus dan berlangsung hingga 12 September kemarin.

Turki secara konsisten menentang upaya Yunani untuk mendeklarasikan zona ekonomi eksklusif yang berbasis di pulau-pulau kecil di dekat pantai Turki, melanggar kepentingan Turki yang merupakan negara dengan garis pantai terpanjang di Mediterania.

Ankara juga menekankan bahwa sumber daya energi di dekat pulau Siprus harus dibagi secara adil antara Republik Turki Siprus Utara dan pemerintahan Siprus Yunani.

 

Sumber: Hurriyet Daily News

4.6 13 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Muhammad Nur
Muhammad Nur
4 months ago

Berbagi sumber daya alam yang adil adalah solusi yang tepat, tanpa syarat.

error: Content is protected !!
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x